Sejoli yang diduga tengah mesum di toilet masjid Desa Pupus, Kecamatan Lembeyan digerebek warga. Video penggerebekan sejoli tersebut sempat viral di media sosial.
Berikut fakta-fakta sejoli tersebut:
1. Sempat digerebek warga
Dalam videonya yang beredar di media sosial tampak seorang pria paruh baya mendatangi toilet masjid yang berada di bagian samping luar. Pria tersebut lantas memanggil sejoli dari dalam toilet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mas, hei," demikian suara warga dalam video yang menggerebek sejoli.
"Nopo pak (apa pak)," demikian jawab sejoli dari dalam toilet ujar warga.
Sejoli pria dari dalam toilet kemudian menjawab bahwa dia seorang diri. "Dewe (sendiri)," sahut sejoli pria yang masih dalam toilet.
Tak percaya, warga masih dengan sabar menanyakan lagi baju yang terlihat. Namun dijawab sejoli pria milik adiknya.
Tak lama kemudian seorang pria keluar dari dalam kamar mandi. Pria itu dengan rambut ikal dan mengenakan kaos oblong loreng keluar dari toilet menuju halaman masjid.
Di halaman masjid tampak seorang pria baju biru. Dalam rekaman video juga sepintas terdengar suara wanita yang ikut dalam penggerebekan.
2. Sejoli diserahkan ke perangkat desa
Kapolsek Lembeyan AKP Rochmadi membenarkan kejadian sejoli yang berada dalam toilet masjid. "Betul itu kejadian di desa wilayan Polsek Lembeyan," kata Rochmadi kepada detikJatim Selasa (3/2/2026) pukul 14.30 WIB.
Menurut Rochmadi kejadian tersebut terjadi pada Jumat (30/1) sekitar pukul 14.00 WIB diMasjid Baiturrohman desa Pupus. "Itu kejadian Jumat lalu dan kita serahkan pihak desa," tandas Rochmadi.
3. Sejoli ternyata keterbelakangan mental
Rochmadi menambahkan, dari hasil pemeriksaan ternyata sejoli yang digerebek mengalami keterbelakangan mental. Sejoli yang berasal dari desa sekitar itu pun diserahkan ke keluarga masing-masing.
"Pasangan itu ternyata mengalami gangguan Keterbelakangan mental," beber Kapolsek Rochmadi.
4. Sering berdua juga di pos kamling desa setempat
Menurutnya, sejoli tersebut juga diketahui kerap berada di pos kamling dan diusir warga setempat.
"Infonya kerap berada di pos kamling dan sering di usia warga," ujar Rochmadi.
(auh/abq)
