Sepekan Banjir Tak Surut, Warga Laladan Lamongan Alami Gatal-gatal

Sepekan Banjir Tak Surut, Warga Laladan Lamongan Alami Gatal-gatal

Eko Sudjarwo - detikJatim
Sabtu, 10 Jan 2026 22:15 WIB
Sepekan Banjir Tak Surut, Warga Laladan Lamongan Alami Gatal-gatal
Banjir di Lamongan (Foto: Istimewa)
Lamongan -

Air banjir masih menggenangi halaman dan ruang tamu rumah warga Desa Laladan, Kecamatan Deket, Lamongan. Sudah sepekan luapan Sungai Bengawan Jero bertahan tanpa tanda-tanda surut. Aktivitas warga pun lumpuh, sementara keluhan kesehatan mulai bermunculan.

Air yang keruh dan mengendap lama membuat sebagian warga mengalami gangguan kulit, terutama gatal-gatal di kaki. Hampir setiap hari, mereka harus beraktivitas dengan kaki terendam air banjir.

Mustiah, salah satu warga Laladan, hanya bisa mengelus kakinya yang mulai memerah dan terasa perih. Ia mengaku gatal-gatal yang dialaminya sudah dirasakan sejak beberapa hari terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah gatal-gatal semua ini. Banjirnya sudah satu minggu lebih. Sampai sekarang belum dapat obat," kata Mustiah saat ditemui di depan rumahnya yang masih tergenang air, Sabtu (10/1/2026).

Ia sebenarnya mendengar adanya layanan pengobatan gratis. Namun, karena keterbatasan kondisi dan aktivitas, ia belum sempat mendatangi lokasi pelayanan kesehatan tersebut.

ADVERTISEMENT

Tak hanya soal kesehatan, banjir juga berdampak langsung pada aktivitas pendidikan. Akses jalan menuju sekolah terendam air, memaksa para pelajar berjalan kaki menembus banjir setelah menitipkan kendaraan di lokasi yang lebih tinggi.

Nafa, siswi kelas XI salah satu SMK di Lamongan, merasakan betul beratnya menjalani rutinitas di tengah banjir. Setiap hari, ia harus berjuang lebih keras hanya untuk bisa berangkat sekolah.

"Kalau mau ambil motor harus ke rumah tante dulu, soalnya di depan rumah masih banjir. Sangat mengganggu, semoga cepat surut supaya sekolah nggak terganggu lagi," ujar Nafa.

Warga Laladan berharap, penanganan banjir Bengawan Jero tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga menghadirkan solusi jangka panjang. Mereka ingin bencana tahunan ini tak lagi menjadi ancaman bagi kesehatan, pendidikan, dan aktivitas sehari-hari.

"Yang penting banjirnya cepat surut dan ke depan tidak terulang lagi," harap warga.




(auh/hil)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads