152 Pelajar Mojokerto Sakit Usai Santap Soto Ayam MBG, Investigasi Digelar

152 Pelajar Mojokerto Sakit Usai Santap Soto Ayam MBG, Investigasi Digelar

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Sabtu, 10 Jan 2026 21:30 WIB
152 Pelajar Mojokerto Sakit Usai Santap Soto Ayam MBG, Investigasi Digelar
Para santri dirawat di asrama Ponpes Mahad An Nur. (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Mojokerto -

Sedikitnya 152 santri dan pelajar di Mojokerto alami mual, muntah, demam dan diare setelah menyantap makan bergizi gratis (MBG) menu soto ayam. Investigasi gabungan pun digelar untuk mengungkap penyebab keracunan massal tersebut.

"Untuk sementara data yang kami terima total 152 anak-anak (yang mengalami gejala keracunan)," kata Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf Abi Swanjoyo di Ponpes Mahad An Nur, Dusun Jurangrejo, Desa Singowangi, Kutorejo, Mojokerto, Sabtu (10/1/2026).

Abi menjelaskan, investigasi gabungan digelar untuk mengungkap penyebab keracunan massal ini. Menurutnya, penyelidikan melibatkan perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Dinas Kesehatan, serta Polres Mojokerto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentunya kami saling melengkapi, kami membantu kepolisian, dari BGN dan Dinas Kesehatan juga," jelasnya.

Apabila ditemukan unsur pidana pada kasus ini, kata Abi, para pihak yang bersalah bakal ditindak tegas. "Kalau memang itu ada unsur kelalaian, kami sesuaikan. Kalau memang ada unsur pidana, harus diproses dengan tegas," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto Dyan Anggrahini Sulistyowati menuturkan, 152 santri dan pelajar mengalami gejala klinis berupa mual, muntah, demam dan diare. Pihaknya telah mengambil sampel makanan yang disinyalir memicu keracunan massal ini.

Sampel diambil dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kutorejo, Mojokerto. "Sampel makanan dari bank sampel di SPPG. Hasil uji laboratorium baru bisa kami keluarkan paling cepat Rabu (pekan depan)," terangnya.

Korwil BGN Mojokerto Rosidian Prasetyo menjelaskan, SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 menyediakan 2.679 porsi untuk 20 sekolah pada Jumat (9/1). Namun, yang terdampak indikasi keracunan massal 7 sekolah dan ponpes. Pihaknya juga membantu investigasi kasus ini.

"Teman-teman (SPPG) menyampaikan sudah sesuai SOP dan juknis dari BGN, teman-teman melaksanakan dengan baik, begitu juga para relawan. Terkait kejadian ini, kami dalami dengan hasil-hasil yang akan diterbitkan Dinas Kesehatan dan kepolisian," tandasnya.

Sebelumnya, 152 pelajar dan santri tiba-tiba sakit setelah menyantap MBG dengan menu soto ayam. Gejala pusing, mual, muntah, demam dan diare mulai mereka rasakan kemarin malam dan pagi tadi.

Saat ini, mayoritas para korban dirawat di asrama santri putra dan putri Ponpes Mahad An Nur. Ada pula di Puskesmas Pacet, Gondang dan Kutorejo. Sebagian lainnya dirujuk ke RSUD Prof dr Soekandar, RS Sumberglagah, RS Kartini, RS Mawaddah Medika, serta RSI Arofah.




(auh/hil)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads