Hujan lebat yang mengguyur Surabaya sejak sore hingga malam memicu banjir di sejumlah titik dan membuat aktivitas warga terganggu. Genangan air setinggi lutut orang dewasa terekam dalam berbagai video yang beredar luas di media sosial dan menuai keluhan warga Kota Pahlawan.
Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kota Surabaya bergerak cepat dengan melakukan penyedotan air banjir di kawasan terdampak. Meski air dilaporkan berangsur surut, banjir kembali memunculkan keluhan lama warga yang menyebut genangan serupa sudah terjadi bertahun-tahun.
Fakta-fakta Banjir Surabaya:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Banjir Setinggi Lutut
Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur Surabaya selama beberapa jam hingga malam hari, dengan genangan air dilaporkan mencapai lutut orang dewasa di sejumlah wilayah permukiman. Kondisi tersebut terekam warga dan ramai dibagikan di media sosial sebagai bentuk keluhan atas banjir yang kembali berulang.
Pantauan detikJatim hingga penampakan yang terlihat dalam video-video warga menunjukkan banjir setinggi lutut orang dewasa.
2. Pemkot Surabaya Kerahkan Mobil Penyedot Air
Untuk mempercepat surutnya genangan, Pemkot Surabaya menurunkan sejumlah armada penyedot air dari berbagai dinas ke titik-titik terdampak banjir, salah satunya di kawasan Simo Kalangan. Penyedotan dilakukan secara berkeliling agar air tidak bertahan lama di permukiman warga.
"Kita kerahkan mobil damkar, mobil pompa kita (DSDABM), dan mobil tangki DLH melakukan penyedotan (air banjir), ini kita keliling," kata Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Hidayat Syah kepada detikJatim, Senin (5/1/2026).
3. Banjir di Simo Kalangan
Menurut Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Surabaya, banjir di Simo Kalangan disebabkan kondisi wilayah yang cekung sehingga air mudah menggenang saat hujan deras. Meski demikian, hingga pukul 19.30 WIB, air dilaporkan mulai berangsur surut.
"Di sana (kawasannya) ada cekungan, seperti mangkuk. Di atasnya enggak. Sekarang sudah mulai surut," ujarnya.
4. Proyek Diversi Belum Tersambung Disebut Jadi Penyebab Banjir
Hidayat menjelaskan, salah satu penyebab banjir di Simo Kalangan adalah belum tersambungnya proyek diversi Gunung Sari hingga Babat Jerawat, sehingga aliran air belum optimal. Proyek tersebut direncanakan akan dilanjutkan tahun ini agar aliran air lebih lancar dan banjir tidak kembali terjadi.
"Kan ada diversi Gunung Sari sampai Pakal belum nyambung, tahun ini akan kita bangun. Setelah itu insyaallah lancar airnya," pungkasnya.
5. Banyak Sampah Sumbat Gorong-gorong
Rosi (50), warga Simo Kalangan misalnya, ia menuturkan banjir diduga karena adanya sampah yang menyumbat gorong-gorong. Karena hal ini, air tak bisa mengalir dan meluap dari gorong-gorong.
"Sampah banyak masuk ke gorong-gorong, jadinya nyumbat, nggak bisa masuk airnya ke gorong-gorong karena kebuntu," ujar Rosi.
6. Warga Kangen Era Bu Risma
Rosi pun membandingkan era kepemimpinan Tri Rismaharini dengan Eri Cahyadi. Era kepemimpinan terdahulu, saat hujan petugas rutin masuk ke gorong-gorong mengambil sampah yang menyumbat. Berbada dengan era sekarang.
"Zaman Bu Risma sering pasukan masuk gorong-gorong, sekarang nggak pernah ada. Petugas harusnya sering bersihkan gorong-gorong, apalagi waktu hujan, karena air dari atas turun ke sini," ujar Rosi.
Sementara itu, Siti (40) mengatakan, banjir di Simo Kalangan terjadi sejak sungai dirubah menjadi jalan. Pembangunan tersebut sejak tahun 2014, dampaknya banjir menyerang perkampungan.
Meski banjir, airnya pun juga cepat surut, apalagi sejak dibantu mobil PMK yang menyedot air banjir. Meski demikian, warga berharap fungsi sungai dikembalikan.
"Harapannya dikembalikan kayak dulu, nggak banjir, nggak menyusahkan warga, mulai sungai dibangun jalan air masuk ke warga," harapnya.
Simak Video " Menikmati Makan Malam Lezat di Restoran Hotel Mewah Surabaya "
[Gambas:Video 20detik] (abq/hil)
