Seorang ibu di Tuban rela menjual ginjalnya demi melunasi utang anaknya ratusan juta rupiah. Alasan Enik Ekawati (59) menjual ginjal karena anaknya kabur dari kejaran penagih utang.
Dia mengaku kangen dan ingin berkumpul bersama H.
Berikut fakta-faktanya:
1. Warga Tuban Bentangkan Spanduk 'Jual Ginjal'
Enik Ekawati (59) warga Kelurahan Latsari, Tuban, terpaksa membulatkan tekad untuk menjual ginjalnya demi melunasi semua utang-utang anaknya berinisial H.
Setiap hari ibu 3 anak itu duduk di pinggir Jalan Basuki Rahmat sembari membentangkan spanduk 'Jual Ginjal' disertai nomor telepon yang bisa dihubungi.
Perempuan yang tadinya berjualan gorengan itu pun belakangan tak lagi berdagang. Ia mengaku takut berjualan karena saking banyaknya orang yang mencari anaknya.
2. Ibu di Tuban Jual Ginjal untuk Bayar Utang Anaknya
Enik Ekawati (59) warga Kelurahan Latsari, Tuban, terpaksa membulatkan tekad untuk menjual ginjalnya demi melunasi semua utang-utang anaknya berinisial H. Utang anaknya mencapai Rp 200 juta.
Total pinjaman anaknya mencapai Rp 200 juta. Baik dari aplikasi pinjaman online (pinjol), utang KUR di sebuah bank di Tuban senilai Rp 50 juta dengan jaminan BPKB, serta utang di koperasi.
Kesulitan ekonomi benar-benar membuatnya tak berdaya. Untuk bertahan hidup bersama adik H sekaligus anak bungsunya saja, perempuan kepala keluarga itu mengaku pas-pasan. Apalagi bila harus keluar biaya untuk mencari H.
"Pingin mencarinya, tapi dibuat makan di rumah dengan adiknya perempuan yang masih sekolah ini saja nggak ada. Orang-orang sekitar sini sebenarnya sudah kami utangi juga," keluh Enik kepada detikJatim, Selasa (22/11/2022).
3. Alasan Kangen dengan Anak, Ibu di Tuban Jual Ginjal
Anak Enik Ekawati (59) berinisial H pergi sudah berhari-hari sejak dikejar utang dan banyak penagih utang datang ke rumahnya. Enik mengaku kangen dan ingin bertemu anaknya.
Sejatinya, Enik hanya ingin anaknya pulang. Masalah utang, dia mengira hal itu bisa dibicarakan bersama. Meski nominal utang anaknya itu cukup besar dengan bunga tunggakan yang mungkin sudah berlipat-lipat.
Saking rindunya dengan sang anak, Enik berpikir bahwa jalan satu-satunya agar H bisa kembali pulang ke rumah dengan melunasi semua utangnya. Karena itulah ia memutuskan untuk mulai menawarkan ginjalnya.
"Nggih, kepingin anak kulo pulang. Pingin kumpul bersama. Kalau perginya sudah lama berhari-hari. Terakhir pulang itu sempat minta uang untuk bayar utang, tapi kulo mboten gadah (saya tidak punya)," ujar Enik.
Simak Video "Video: Farel, Remaja Bocah yang Mau Jual Ginjal Demi Ibunya Tak Ditahan Ngadu ke DPR"
(dte/fat)