H+2 Lebaran, Pantai Glagah Dibanjiri Wisatawan

H+2 Lebaran, Pantai Glagah Dibanjiri Wisatawan

Jalu Rahman Dewantara - detikJateng
Rabu, 04 Mei 2022 17:27 WIB
Kondisi Pantai Glagah, Kulon Progo, DIY, Rabu (4/5/2022).
Kondisi Pantai Glagah, Kulon Progo, DIY, Rabu (4/5/2022). Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJateng
Kulon Progo -

Pantai Glagah di Temon, Kulon Progo, DIY, dibanjiri wisatawan pada H+2 lebaran atau Rabu (4/5/2022). Pengelola menyebut jumlah kunjungan kali ini meningkat tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Dari pengamatan detikJateng, kawasan Pantai Glagah ramai dipadati pengunjung. Keramaian sudah terlihat sejak Tempat Pemungutan Retribusi (TPR), di mana terjadi antrean kendaraan bermotor hingga hampir 500 meter.

Kepadatan wisatawan juga terlihat di pintu masuk menuju lokasi pemecah ombak Pantai Glagah. Ribuan orang terlihat hilir mudik di jalur tersebut.


Kepadatan mulai terpecah di dekat pemecah ombak. Banyak wisatawan memilih tak ke lokasi tersebut, melainkan bersantai di pinggir pantai. Di lokasi yang sama, petugas Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Kulon Progo tak henti-hentinya mengimbau wisatawan agar tidak bermain terlalu dekat dengan laut.

Koordinator Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Glagah, Agus Subiyanto mengatakan jumlah pengunjung pada Rabu (4/5) hingga siang sudah mencapai lebih dari 9.000 orang. Diprediksi sampai sore wisatawan Pantai Glagah bisa tembus di angka 15.000 orang.

"Sampai siang ini sudah 9.000 lebih, dan diprediksi ada 15 ribu lebih untuk sore nanti," ucap Agus saat ditemui di TPR Glagah, Rabu (4/5).

Kondisi Pantai Glagah, Kulon Progo, DIY, Rabu (4/5/2022).Kondisi Pantai Glagah, Kulon Progo, DIY, Rabu (4/5/2022). Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJateng

Jika ditotal jumlah kunjungan Pantai Glagah, sejak hari H lebaran sampai dengan saat ini mencapai sekitar 23.000 orang. Rinciannya, 2.160 orang di hari pertama, 11.636 hari kedua, dan 9.000-an orang pada setengah hari ini.

Agus menyebut jumlah ini melonjak signifikan jika dibandingkan dengan momen libur lebaran tahun lalu. Pada 2021, jumlah kunjungan tertinggi ada di angka 11.000-an.

"Jauh sekali, kalau tahun lalu tertinggi itu 11.000. Karena Kemarin kan hari liburnya terlalu pendek, itu pas hari Minggu aja kita dapat 11.000, kalau hari-hari sebelumnya enggak begitu banyak, sekitar 6.000-an," terangnya.

Agus mengatakan mayoritas wisatawan Pantai Glagah hari ini berasal dari luar Kulon Progo. Dari penghitungan pihaknya, wisatawan lokal hanya menyumbang sekitar 20 persen kunjungan. Selebihnya adalah wisatawan luar daerah.

"Dominasinya dari luar. Lokalan sekitar 20 persen dan mobil paling banyak. Untuk pelat kendaraan, hampir seluruh pelat di Pulau Jawa dan Sumatra ada semua di sini," jelasnya.

Agus menjelaskan lonjakan pengunjung tahun ini dilatarbelakangi sejumlah hal. Di antaranya kondisi pandemi COVID-19 yang mulai membaik, disusul dengan adanya kelonggaran aturan mudik lebaran. Walhasil banyak warga luar Kulon Progo yang pulang kampung dan menyempatkan berlibur di Glagah.

"Faktornya banyak. Karena pandemi kemarin. Terus ada kelonggaran mudik. Terus mungkin dari ada kelonggaran jadi meningkat dari kemarin-kemarin. Sekarang kan udah operasional semua segala kegiatan yang ada," terangnya.

Salah satu pengunjung, Kenti (50) asal Bogor, Jawa Barat, mengaku baru pertama kali berwisata di Pantai Glagah.

"Tadi abis dari tempat saudara silaturahmi terus mampir sini pengin tahu aja belum pernah, sekalian liat bandara (YIA)," ucapnya.

Dia mengaku terkesan dengan keindahan Pantai Glagah meski masuknya harus antre. Menurutnya wisata ini termasuk murah. Ia hanya perlu merogoh kocek Rp 6.000 sebagai biaya masuk.

"Puaslah, murah meriah cukup Rp 6.000," ujarnya.

Sementara itu pengunjung lain, Desti (23) asal Temon, mengatakan datang ke Glagah untuk menghabiskan masa libur lebaran. Desti sendiri sudah cukup sering berwisata di sini karena dekat dengan rumahnya.

"Udah sering sih, tapi tetap main ke sini karena menarik," ujarnya.

Menurutnya daya tarik utama Pantai Glagah adalah adanya pemecah ombak. Hal yang jarang ditemui di pantai-pantai lainnya di Jawa.

"Menurut saya sih pemecah ombaknya ya. Kalau airnya sama aja dengan pantai lain," ucapnya.

Hanya saja dalam kunjungannya kali ini, Desti mengaku kurang nyaman karena membeludaknya wisatawan. Ia bersama teman-temannya jadi kesulitan mencari tempat duduk yang strategis.

"Ya puas tapi karena terlalu ramai jadi agak susah nyari tempat buat duduk," imbuhnya.

Petugas SAR kewalahan

Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulon Progo yang bertugas melakukan pengamanan dibuat kewalahan karena minimnya jumlah personel.

Saat ini jumlah personel SRI Wilayah ada 43 orang. Selama libur lebaran seluruh personel diterjunkan di sepanjang pantai di Kulon Progo, mulai dari Trisik, Bidara, Glagah, Congot hingga Mangrove.

Menurut Koordinator SRI Wilayah V Kulon Progo, Aris Widiatmoko, jumlah personel ini jauh dari kata ideal untuk mengamankan pantai. Mengingat panjang garis pantai di Kulon Progo mencapai lebih dari 25 km.

"Selama pengamanan lebaran ini kami terjunkan seluruh personel untuk memantau objek wisata pantai mulai dari Trisik sampai Mangrove Pasir Mendit. Dari 43 personel sebetulnya masih sangat kurang untuk pengamanan," ungkap Aris saat ditemui di kawasan Pantai Glagah, Temon, Rabu (4/5).

Petugas SAR berjaga di Pantai Glagah, Kulon Progo, DIY, Rabu (4/5/2022).Petugas SAR berjaga di Pantai Glagah, Kulon Progo, DIY, Rabu (4/5/2022). Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJateng

Apalagi, kata Aris, selama libur lebaran ini jumlah kunjungan wisata di pantai-pantai Kulon Progo melonjak drastis. Di Pantai Glagah misalnya, dalam sehari bisa didatangi lebih dari 10.000 orang. Sementara jumlah personel yang berjaga di lokasi tak lebih dari 5 orang.

Karena itu, SRI Wilayah V Kulon Progo dalam pengamanan pantai selama libur lebaran lebih mengedepankan langkah-langkah preventif. Personel hanya dikerahkan di titik-titik rawan kecelakaan laut dan keramaian pengunjung.

"Khususnya di Pantai Glagah yang memang paling ramai ini, kami maksimalkan penggunaan pengeras suara untuk mengimbau wisatawan agar tidak mandi di laut," ujarnya.

SRI Wilayah V Kulon Progo juga memasang sejumlah papan peringatan agar tidak mandi di laut. Kemudian juga memasang garis polisi di titik-titik rawan kecelakaan laut.



Simak Video "Jamu Gendong, Minuman Tradisional Berkhasiat, Kulon Progo "
[Gambas:Video 20detik]
(rih/ahr)