1.118 Ajuan Cerai di Gunungkidul Sejak Januari-September 2022, Ini Biangnya

1.118 Ajuan Cerai di Gunungkidul Sejak Januari-September 2022, Ini Biangnya

Pradito Rida Pertana - detikJateng
Jumat, 23 Sep 2022 18:13 WIB
ilustrasi cerai
Ilustrasi. Foto: iStock
Gunungkidul -

Pengadilan Agama (PA) Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, mencatat ada 1.118 pengajuan cerai yang masuk sejak Januari hingga September 2022. PA Wonosari menyebut penyebab cerai paling banyak karena perselisihan dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

"Sejak Januari sampai September ini kami sudah menerima 1.118 perkara cerai," kata Humas sekaligus Hakim PA Wonosari Mudara kepada wartawan di Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Jumat (23/9/2022).

Dari jumlah perkara tersebut, 948 perkara berujung dengan putusan cerai. Sedangkan sebagian kecil berhasil rujuk kembali.


Terkait penyebab pengajuan cerai, Mudara mengaku sebagian besar karena sering berselisih sehingga menimbulkan pertengkaran. Ada pula yang mengalami KDRT hingga akhirnya memilih cerai.

"Sebagian besar perkara cerai karena perselisihan dan pertengkaran terus-menerus. Selain itu masalah ekonomi, KDRT, hingga salah satunya pilih untuk meninggalkan," ujarnya.

Sedangkan di tahun 2021, jumlah perkara cerai yang masuk ke PA Wonosari ada 1.390. Dari jumlah tersebut, 1.372 perkara berujung dengan putusan cerai.

Karena hampir menyamai jumlah perkara cerai tahun lalu, pihaknya mengaku terus berupaya menekan kasus perceraian di Gunungkidul. Salah satunya dengan mendamaikan serta melakukan mediasi terhadap pasangan nikah yang hendak mengajukan cerai.

"Untuk proses mediasi ini bisa memakan waktu. Tapi ada yang akhirnya membatalkan permohonan cerainya setelah dimediasi," katanya.



Simak Video "BKKBN Bicara Soal Dampak Broken Home pada Gizi Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/apl)