Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah (Jateng) menggelar Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 di Semarang, Jumat (28/11/2025). Dalam kesempatan itu, BI Jateng juga memberikan penghargaan kepada para mitra strategis yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kebijakan BI di daerah.
Kegiatan PTBI 2025 di Jawa Tengah dihadiri oleh Plh Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah, Nita Rachmenia, Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah, Wali Kota Salatiga, Bupati Semarang, Wakil Walikota Solo, Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, Plt Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Kepala Perwakilan BI Solo, Tegal, dan Purwokerto; para Kepala Organisai Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, seluruh pimpinan perbankan, akademisi, pelaku usaha, media, dan pemangku kepentingan lain.
Dalam PTBI 2025, Provinsi Jateng juga meraih penghargaan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Berkinerja Terbaik 2025 untuk kawasan Jawa-Bali.
Plh Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah, Nita Rachmenia mengatakan sinergi yang terbangun antara TPID, BI, dan pemerintah daerah turut menjaga inflasi Jateng masih berada dalam rentang sasaran 2,5 ± 1 persen. Selain itu, Jateng terus memperkuat ekosistem ekonomi digital dan sistem pembayaran, yang kini didukung lebih dari 8,09 juta pengguna QRIS serta hampir 1 miliar transaksi non tunai hingga Oktober 2025.
"Dengan potensi dan modal yang ada di Jawa Tengah dan didukung oleh adanya ketersediaan pangan , demografi usia muda, tenaga kompetitif, dan basis industri yang solid dan didukung pertumbuhan positif di sektor wisata, tadi kami proyeksikan di tahun 2026 ekonomi Jateng tumbuh 4,9 sampai 5,7 persen dengan inflasi yang terjaga di rentang 2,5 ± 1 persen," kata Nita usai acara di Gumaya Tower Hotel, dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Jumat (28/11/2025).
"Ini didukung sinergi dan kolaborasi bersama TPID," imbuhnya.
Nita Rachmenia menerangkan perekonomian Jateng pada 2026 diproyeksikan tumbuh pada kisaran 4,9-5,7 persen dengan inflasi yang tetap terjaga. Dia mengatakan Jateng menyambut prospek positif ini dengan tetap mewaspadai sejumlah risiko global yang dapat memengaruhi stabilitas harga dan aktivitas produksi.
"Di tengah tantangan tersebut, kolaborasi dan sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah serta menjaga momentum pertumbuhan," jelasnya
Sementara itu, untuk penghargaan kepada mitra strategis di Jateng, diberikan kepada pemerintah daerah, lembaga keuangan, Penyedia Jasa Pembayaran (PJP), Penyelenggara Jasa Pengelolaan Uang Rupiah (PJPUR), korporasi, komunitas, media, dan pelaku usaha termasuk UMKM. Mereka dinilai aktif dalam menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan, memperkuat ekosistem sistem pembayaran, mendorong pengembangan UMKM dan ekonomi keuangan syariah, dan mendukung berbagai program strategis BI di Jateng.
Berikut kategori dan penerima penghargaan tersebut:
1. UMKM dengan Kinerja Terbaik 2025: Koperasi Semedo Manise Sejahtera, Banyumas
2. Pesantren Pendukung Ekonomi Sirkular Terbaik 2025: Ponpes Fadhlul Fadhlan
3. Mitra Pendukung Literasi Terbaik 2025:Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang
4. Bank Terbaik dalam Pelaporan Klarifikasi Uang Yang Diragukan Keasliannya 2025:BCA KCU Slamet Riyadi
5. Bank Terbaik dalam Pelaksanaan Penyetoran dan Penarikan di Bank Indonesia 2025: Bank Mandiri KC AR Hakim Tegal
6. Bank Terbaik dalam Pelaporan BISILK 2025: Bank OCBC NISP Purwokerto
7. Komunitas Terbaik dalam Sinergi Edukasi CBP Rupiah 2025: MGMP IPS Kota Semarang
8. KUPVA BB Terbaik Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025: Berkah Artha Kencana
9. PJP LR Terbaik Provinsi Jawa Tengah 2025: PT Sinergi Transaksi Teknologi Indonesia
10. Implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) Terbaik 2025: Pemerintah Kabupaten Karanganyar
11. Mita Strategis Pendukung Akselerasi Ekosistem Digital Jawa Tengah Terbaik 2025: Bank Mandiri Kantor Wilayah Jawa Tengah & DIY
12. Realisasi Transaksi Pendapatan Daerah QRIS Terbaik 2025: Pemerintah Kota Salatiga
13. Mitra Strategis Pendukung Asesmen Ekonomi Terbaik 2025: Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah
14. Mitra Strategis Pendukung Pengembangan Ekonomi Sisi Permintaan Terbaik 2025: KEK Industropolis Batang
15. Mitra Strategis Pendukung Pengembangan Ekonomi Sisi Lapangan Usaha Terbaik 2025: PT Goldensnack Mas Sejahtera
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam acara PTBI 2025 di Jakarta yang disiarkan ke daerah menyampaikan, perekonomian global saat ini masih dibayangi gejolak geopolitik termasuk Indonesia. Di tengah kondisi tersebut, ekonomi nasional tetap menunjukkan daya tahan yang kuat dengan stabilitas yang terjaga, pertumbuhan yang relatif tinggi, dan inflasi yang berada dalam rentang sasaran.
Kinerja positif ini merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter, fiskal, dan sektor keuangan yang diperkuat oleh sinergi lintas otoritas. Ke depan, arah kebijakan Bank Indonesia difokuskan pada penguatan stabilitas, percepatan hilirisasi dan industrialisasi, serta dukungan terhadap transformasi struktural untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berdaya tahan.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto juga memberikan sambutan. Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Menko Perekonomian beserta para Menteri lain dan Gubernur Bank Indonesia atas paparan yang dinilai akurat dan merefleksikan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Presiden menegaskan bahwa tema PTBI tahun ini sangat relevan dan sejalan dengan roadmap pembangunan Republik Indonesia, terutama dalam memperkuat fondasi kemandirian dan ketangguhan ekonomi.
Presiden juga menyampaikan bahwa berbagai capaian dalam satu tahun pemerintahan merupakan hasil sinergi kuat antar otoritas, didukung kebijakan yang pro-rakyat dan berkeadilan. Presiden menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur dasar hingga ke desa-desa melalui koordinasi lintas Kementerian dan Lembaga untuk memastikan bahwa pembangunan bermanfaat dan dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Simak Video "Video Jalan Pantura Semarang-Demak Banjir, Motor Tak Bisa Lewat"
(apl/apl)