Pembunuh Wanita-Bakar Mayat Korban di Pos Ronda Demak Ternyata Warga Jombang

Pembunuh Wanita-Bakar Mayat Korban di Pos Ronda Demak Ternyata Warga Jombang

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Kamis, 03 Sep 2026 08:56 WIB
Pelaku kejahatan jalanan diborgol polisi / pelaku street crime. Agung Pambudhy/Detikcom.
Ilustrasi pelaku kriminal. Foto: agung pambudhy
Demak -

Pelaku pembunuhan dan pembakaran terhadap sesosok wanita di pos ronda tepi Jalan Raya Purwodadi-Semarang, Kebonagung, Demak, ditangkap tim gabungan kepolisian di Kota Semarang. Pelakunya merupakan seorang pria asal Jombang, Jawa Timur.

Hal tersebut dikatakan oleh Dir Reskrimum Polda Jateng, Kombes Muhammad Anwar Nasir. Dia menjelaskan, tersangka beralamat di Jombang, Jawa Timur.

"Inisial BI, 53 tahun, alamat Jombang, Jatim, kawin," jelas Anwarmelalui pesan WhatsApp kepada detikJateng, Kamis (3/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebut penangkapan dilakukan oleh tim gabungan dari Polda Jateng.

"Tersangka ditangkap oleh gabungan Tim Resmob Jatanras Ditreskrimum Polda, Resmob Polres Demak, dan Reskrim Polsek Kebonagung Demak," kata Anwar.

ADVERTISEMENT

Anwar menuturkan, penangkapan dilakukan pada Kamis (3/9/2026) dini hari. Satu orang pelaku ditangkap di wilayah Kota Semarang.

"(Ditangkap) Di rumah pelarian tersangka di Jalan Plumbon 1, Mangkang, Semarang, pada Kamis, 3 September 2026 pukul 01.15 WIB," ujar Anwar.

Diberitakan sebelumnya, mayat wanita tanpa identitas ditemukan dalam kondisi terbakar di pos ronda Dukuh Wareng RT 5 RW 3, Desa/Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak. Wanita itu diduga korban pembunuhan.

Ps Kasi Humas Polres Demak, Iptu Rudi Tri Sayogo mengatakan keberadaan mayat itu diketahui pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Keberadaan mayat tersebut mulanya diketahui oleh saksi satu bernama Wahyudi (36) yang melihat pos ronda terbakar.

"Menurut keterangan saksi 1, pada saat ingin membeli makan, melihat ada pos ronda yang terbakar tetapi tidak mengetahui kalau ada mayat di pos ronda tersebut. Kemudian saksi 1 memanggil saksi 2 dan saksi 3 untuk ikut mengecek keadaan pos ronda dan diketahui ada mayat tanpa identitas yang sudah kaku," kata Rudi saat dihubungi detikJateng, Selasa (1/9).

Rudi menyebut warga setempat tidak ada yang mengetahui identitas mayat tersebut. Tim identifikasi yang tiba di lokasi kemudian memastikan jenazah tersebut merupakan seorang wanita.

"Menurut keterangan Pak RT setempat tidak ada warga yang mengetahui (mengenal) mayat tanpa identitas tersebut, kemudian dari Polsek Kebonagung menelepon Pamapta dari Polres Demak," tutur Rudi.

"Sesampainya di lokasi sekitar pukul 04.45 WIB, kemudian tim identifikasi dari Polres Demak melakukan pengecekan dan diketahui bahwa indentitas yang meninggal jenis kelamin perempuan," imbuhnya.

Rudi mengungkapkan ada dugaan kekerasan terhadap wanita tersebut. Rudi menjelaskan ciri-ciri korban tersebut yaitu perempuan usia kurang lebih 40 tahun dengan tinggi badan sekitar 147 cm dengan perawakan pendek sedikit gemuk.

"Pakaian ini ada baju hijau ukuran S, handuk merek Pamelo warna biru, celana 3/4 warna hitam bergambar logo Pain dalam serial Naruto. Kaos kaki krem ada stiker gambar kepala beruang. Sandal slop warna hitam merek Lauvo nomor 37," terang Rudi.

Rudi menyebut hasil autopsi mengungkap bahwa luka tajam berupa tusukan menjadi sebab kematian korban. Akibat luka ini, tulang tengkorak korban hingga mengalami patah.

"Penyebab kematian luka tusuk di bagian kepala belakang yang mengakibatkan patahnya tulang tengkorak," ungkap Rudi.



(dil/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads