Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), melakukan pemeriksaan marathon terhadap sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Pekalongan di Mapolres Pekalongan Kota. Usai pemeriksaan, sejumlah pejabat dibawa ke jakarta dengan menggunakan bus.
Hal tersebut dikatakan Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi, Selasa Sore (03/03). Menurut Riki, pihaknya hanya memfasilitasi tempat bagi KPK.
"Mereka memohon kepada kami untuk meminjam tempat untuk melakukan pemeriksaan terhadap beberapa pejabat, baik mungkin Sekda Kabupaten Pekalongan dan beberapa Kepala Dinas. Dan informasinya ada juga dari pihak camat," Kata Riki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat dilakukan pemeriksaan tersebut, diakuinya memberikan pengamanan ketat sejak Senin Malam (2/3). Usai menjalani rangkaian pemeriksaan intensif di aula Polres, rombongan pejabat tersebut akhirnya diberangkatkan menuju Jakarta pada Selasa sore (3/3) dengan menggunakan bus.
"Iya, baru saja hari ini diberangkatkan beberapa pejabat, berangkat menggunakan bus ke Jakarta," katanya.
Saat singgung terkait Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, Riki mengaku tidak melihatnya di Mapolres Pekalongan Kota. Namun, berdasarkan informasi yang beredar, sang Bupati dikabarkan telah lebih dulu bertolak ke Jakarta melalui jalur udara.
"Kalau untuk Ibu Fadia, saya kurang begitu paham karena memang yang datang ke sini hanya beberapa Kepala Dinas saja. Kalau Bupatinya sendiri, informasi dari media bahkan saya juga tidak paham bahwa sudah dibawa menggunakan pesawat terbang dari Semarang," jelasnya.
Diketahui, juru bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq terjaring OTT KPK.
"Benar, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, salah satunya Bupati," kata Budi kepada wartawan saat diminta keterangan, Selasa (3/3), dilansir detikNews.
Budi mengatakan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq pun langsung dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Tim kemudian membawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," jelas Budi.
(apl/alg)











































