Terungkapnya Pelaku-Motif Penganiayaan di PA Karaoke Boyolali

Round-Up

Terungkapnya Pelaku-Motif Penganiayaan di PA Karaoke Boyolali

Tim detikJateng - detikJateng
Jumat, 25 Nov 2022 07:23 WIB
Polres Boyolali jumpa pers penangkapan dua orang tersangka penganiayaan di PA Karaoke, Kamis (24/11/2022).
Polres Boyolali jumpa pers penangkapan dua orang tersangka penganiayaan di PA Karaoke, Kamis (24/11/2022). Foto: Jarmaji/detikJateng

Pengakuan Tersangka

Salah satu tersangka, AB alias Ome, mengaku melakukan penganiayaan karena merasa kesal.


"Saya kesal karena tidak sesuai dengan jadwal room yang sudah kita pesan. Lalu kita spontan (memukul)," kata tersangka AB alias Ome, diwawancarai wartawan dalam pers rilis di Mapolres Boyolali, Kamis (24/11).

Ome mengaku spontan melakukan penganiayaan kepada karyawan PA Karaoke. Dia mengaku kesal karena telah memesan room karaoke pukul 17.00 WIB, namun dari pihak karaoke terus menunda menjadi pukul 19.00 WIB dan 22.00 WIB.

Dia juga mengaku datang ke karaoke itu hanya berdua, bersama temannya berinisial SES alias Mbelo. Saat itu dirinya memang sempat keluar dan masuk lagi.

Tersangka Ome pun mengaku menyesali perbuatannya. Dia juga menyatakan siap bertanggung jawab dengan perbuatannya tersebut.

"Saya menyesal, saya memohon maaf dan saya siap bertanggung jawab," pungkasnya.

Danjen Kopassus Buka Suara

Danjen Kopassus Mayjen TNI Iwan Setiawan mengatakan pihaknya tengah mendalami dugaan keterlibatan anggota Kopassus dalam kasus penganiayaan di PA Spa & Karaoke Boyolali. Lima orang terluka dalam kasus yang terjadi pada Senin (21/11) malam itu.

"Kita sudah perintahkan cek dan periksa. Masih kita dalami (anggota yang terlibat)," kata Iwan kepada detikcom, Kamis (24/11/2022), dikutip dari detikNews.

Iwan mengatakan, pihaknya akan bertindak sesuai ketentuan. Jika ada anggota Kopassus yang terbukti bersalah dalam kasus tersebut, maka yang bersangkutan akan dihukum.

"Kita respons untuk tindak lanjuti kalaupun ada oknum yang salah, kita akan proses sesuai ketentuan. Selesaikan dan proses kalau ada anggota yang salah," ujarnya.

Ganjar Koordinasi dengan Pangdam

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dicolek lewat Twitter terkait penganiayaan yang terjadi di PA Karaoke Boyolali. Ganjar mengatakan sudah berkomunikasi dengan Pangdam IV/Diponegoro soal itu.

Ganjar menjelaskan sudah menghubungi Bupati Boyolali dan pihak kepolisian sudah mengurusnya. Ganjar juga menyebut sudah berkomunikasi dengan Pangdam IV/Diponegoro terkait dugaan adanya oknum TNI.

"Udah, sudah saya kontak Bupati, kepolisian sudah ngurus. Saya sudah komunikasi dengan Pak Pangdam. Kita mau semua adil, kalau semua sedang dilidik disidik kepolisian saya serahkan ke penegak hukum. Kalau ada oknum dari aparat biarkan dibina oleh mereka dan Pak Pangdam punya concern betul pada ini," kata Ganjar kepada detikJateng di kantornya, Kamis (24/11).


(rih/ahr)