Upacara Adat Cing Cing Goling, Warisan Budaya Tak Benda Gunungkidul

Upacara adat Cing Cing Goling di Kalurahan Gedangrejo, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul, DIY, Kamis (28/7/2022).

Cing Cing Goling merupakan upacara adat warga di Kalurahan Gedangrejo, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng

Upacara adat Cing Cing Goling di Kalurahan Gedangrejo, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul, DIY, Kamis (28/7/2022).

Upacara yang dilaksanakan setahun sekali ini dimulai dengan teaterikal hingga menyembelih ratusan ayam untuk ingkung sebagai wujud syukur kepada Tuhan. Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng

Upacara adat Cing Cing Goling di Kalurahan Gedangrejo, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul, DIY, Kamis (28/7/2022).

Lokasi Cing Cing Goling di persawahan kawasan bendungan sungai Kedung Dawang, Gedangan, Gedangrejo. Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng

Upacara adat Cing Cing Goling di Kalurahan Gedangrejo, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul, DIY, Kamis (28/7/2022).

Pemangku adat Kalurahan Gedangrejo, Sugiyanto, menjelaskan teaterikal menunjukkan bagaimana pelarian Majapahit yakni Wisang Sanjaya dan istrinya bernama Yudopati ke Gedangrejo. Selama pelarian itu, keduanya kerap dikejar begal yang ingin memiliki Yudopati. Namun hal itu dapat dicegah seorang pria yang mengawal keduanya. Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng

Upacara adat Cing Cing Goling di Kalurahan Gedangrejo, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul, DIY, Kamis (28/7/2022).

"Cing Goling itu kan menggambarkan perjalanan beliau (Wisang Sanjaya dan Yudopati) dari Majapahit ke wilayah ini. Artinya Cing Cing Goling, ini kan tarian," katanya saat ditemui di lokasi acara, Gedangan, Gunungkidul, Kamis (28/7/2022). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng

Upacara adat Cing Cing Goling di Kalurahan Gedangrejo, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul, DIY, Kamis (28/7/2022).

Setelah kejadian itu, Wisang Sanjaya dan Yudopati yang selamat kemudian membuat bendungan untuk mengairi lahan pertanian di wilayah Gedangan. Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng

Upacara adat Cing Cing Goling di Kalurahan Gedangrejo, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul, DIY, Kamis (28/7/2022).

Dalam upacara ini, masyarakat juga secara swadaya menyembelih ayam yang nantinya diolah sebagai ingkung untuk acara kenduri. Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng

Upacara adat Cing Cing Goling di Kalurahan Gedangrejo, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul, DIY, Kamis (28/7/2022).

"Setelah itu, nanti warga makan bersama-sama dan makanan yang dibawa itu dibagi-bagikan kepada semua warga atau pengunjung yang datang," lanjut Sugiyanto. Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng

Upacara adat Cing Cing Goling di Kalurahan Gedangrejo, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul, DIY, Kamis (28/7/2022).

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul Agus Mantara mengatakan upacara adat Cing Cing Goling sudah masuk dalam Warisan Budaya Tak Benda pada tahun 2020. Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng

Cing Cing Goling merupakan upacara adat warga di Kalurahan Gedangrejo, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng
Upacara yang dilaksanakan setahun sekali ini dimulai dengan teaterikal hingga menyembelih ratusan ayam untuk ingkung sebagai wujud syukur kepada Tuhan. Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng
Lokasi Cing Cing Goling di persawahan kawasan bendungan sungai Kedung Dawang, Gedangan, Gedangrejo. Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng
Pemangku adat Kalurahan Gedangrejo, Sugiyanto, menjelaskan teaterikal menunjukkan bagaimana pelarian Majapahit yakni Wisang Sanjaya dan istrinya bernama Yudopati ke Gedangrejo. Selama pelarian itu, keduanya kerap dikejar begal yang ingin memiliki Yudopati. Namun hal itu dapat dicegah seorang pria yang mengawal keduanya. Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng
Cing Goling itu kan menggambarkan perjalanan beliau (Wisang Sanjaya dan Yudopati) dari Majapahit ke wilayah ini. Artinya Cing Cing Goling, ini kan tarian, katanya saat ditemui di lokasi acara, Gedangan, Gunungkidul, Kamis (28/7/2022). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng
Setelah kejadian itu, Wisang Sanjaya dan Yudopati yang selamat kemudian membuat bendungan untuk mengairi lahan pertanian di wilayah Gedangan. Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng
Dalam upacara ini, masyarakat juga secara swadaya menyembelih ayam yang nantinya diolah sebagai ingkung untuk acara kenduri. Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng
Setelah itu, nanti warga makan bersama-sama dan makanan yang dibawa itu dibagi-bagikan kepada semua warga atau pengunjung yang datang, lanjut Sugiyanto. Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul Agus Mantara mengatakan upacara adat Cing Cing Goling sudah masuk dalam Warisan Budaya Tak Benda pada tahun 2020. Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng