Kisah Timun Mas dan Buto Ijo Cerita Rakyat Jawa Tengah, Lengkap Pesan Moralnya

Kisah Timun Mas dan Buto Ijo Cerita Rakyat Jawa Tengah, Lengkap Pesan Moralnya

Desi Rahmawati - detikJateng
Rabu, 06 Mei 2026 17:55 WIB
Kisah Timun Mas dan Buto Ijo Cerita Rakyat Jawa Tengah, Lengkap Pesan Moralnya
Ilustrasi kisah Timun Mas dan Buto Ijo. (Foto: Gemini AI)
Solo -

Cerita rakyat adalah cerita yang diturun-temurunkan dalam budaya suatu daerah. Dari daerah Jawa Tengah, terdapat kisah Timun Mas dan Buto Ijo yang sangat melegenda. Tidak hanya berisi pengetahuan budaya, kisahnya juga berisi pesan moral tentang kehidupan.

Dirujuk dari buku Tradisi Lisan dan Sastra Indonesia karya Muhammad Rizky Putra, cerita rakyat mengajarkan moralitas dan etika kepada generasi muda. Hal itu bisa dipetik dari nilai-nilai, seperti keberanian, kejujuran, atau persaudaraan dalam berbagai cerita rakyat.

Begitu pula dengan cerita rakyat Jawa Tengah satu ini yang mengisahkan Timun Mas melawan kejahatan raksasa. Dari kisahnya, kita bisa memetik banyak pesan moral. Lantas, bagaimanakah cerita rakyat Timun Mas dan Buto Ijo tersebut? Yuk, simak kisahnya di bawah ini yang dikutip dari buku Dongeng Nusantara karya Bambang Joko Susilo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kisah Timun Mas dan Buto Ijo

Dikisahkan ada seseorang bernama Mbok Rondo yang hidup sebatang kara di sebuah desa di daerah Jawa. Sudah lama ia menginginkan anak untuk menemani dan membantu pekerjaannya di hari tua.

ADVERTISEMENT

Suatu hari, ia sedang melamun di ladangnya. Lalu, tiba-tiba bumi bergetar dan muncul seorang raksasa menakutkan. Raksasa tersebut mengetahui keinginan Mbok Rondo.

Sambil tertawa terbahak-bahak, raksasa berkata, "Mbok Rondo, aku sanggup memberimu anak, tapi dengan syarat. Saat ia berumur enam tahun, kau harus menyerahkannya padaku untuk kusantap!".

Mbok Rondo sebenarnya tidak tahu asal raksasa itu. Namun, karena ia benar-benar menginginkan seorang anak, maka ia menyanggupi permintaan raksasa. Raksasa itu kemudian memberinya biji mentimun untuk ditanam. Dari buah mentimun itu akan lahir seorang anak.

Setelah itu, Mbok Rondo segera menanam biji mentimun tersebut. Tak berapa lama, tanaman mentimun itu berbuah timun besar berwarna kuning keemasan. Ketika dibelah, di dalamnya terdapat bayi mungil. Bayi itu diberi nama Timun Mas. Ia tumbuh menjadi gadis yang cantik jelita.

Suatu hari, datanglah raksasa untuk menagih janji. Akan tetapi, Mbok Rondo memintanya untuk kembali dua tahun lagi dengan dalih agar rasanya menjadi lebih enak. Raksasa pun menyanggupinya dan pergi.

Kemudian, Mbok Rondo memikirkan rencana untuk menyelamatkan Timun Mas. Pergilah ia ke seorang pertapa yang memberinya empat bungkusan kecil berisi biji mentimun, jarum, garam, dan terasi sebagai penangkal raksasa.

Dua tahun berlalu, raksasa itu kembali menagih janji. Mbok Rondo cepat-cepat menyuruh Timun Mas untuk menyelamatkan diri sambil menyerahkan bungkusan itu. Raksasa itu marah dan mengejar Timun Mas.

Dalam keadaan terdesak karena kelelahan berlari, Timun Mas menyebar bungkusan pertama yang berisi biji mentimun. Biji itu tumbuh menjadi tanaman mentimun yang lebat. Namun, raksasa bisa memakannya.

Timun Mas segera membuka bungkusan kedua dan menaburkan jarum ke tanah. Jarum itu berubah menjadi hutan bambu, tetapi raksasa kembali berhasil melewatinya. Kemudian, Timun Mas melempar bungkusan ketiga berupa garam yang berubah menjadi lautan. Akan tetapi, raksasa itu lagi-lagi berhasil menyeberanginya.

Timun Mas lalu melempar bungkusan terakhir berisi terasi ke tubuh raksasa. Terasi tersebut berubah menjadi lautan lumpur yang mendidih dan berhasil menenggelamkan raksasa itu. Akhirnya, Timun Mas selamat dan hidup bahagia bersama Mbok Rondo.

Pesan Moral dari Kisah Timun Mas dan Buto Ijo

Kisah Timun Mas dan Buto Ijo tersebut mengandung banyak pesan moral yang bisa kita ambil dan terapkan di kehidupan sehari-hari. Dikutip dari buku Koleksi Terbaik 100 plus Dongeng Rakyat Nusantara oleh Gamal Komandoko, kisah tersebut mengajarkan manusia untuk tetap berusaha sekuat tenaga dalam menghadapi dan mengatasi suatu masalah atau cobaan. Tidak lupa diiringi dengan berdoa dan memohon kepada Tuhan karena Tuhan-lah yang Maha Penentu segala yang terjadi di dunia ini.

Pesan moral lainnya juga dijelaskan dalam buku Kumpulan Lengkap Dongeng Nusantara dan Fabel Dunia oleh Sekar Larasati dan Astrid Savitri. Dari tindakan raksasa dalam kisah tersebut, maka janganlah kita bertindak semena-mena terhadap orang lain. Karena hal itu akan membawa malapetaka atau bahaya bagi diri sendiri.

Lebih lanjut, dikutip buku Dongeng Anak Nusantara dan Pesan Moralnya oleh Kak Gun, bahwa dari kisah Timun Mas dan Buto Ijo tersebut, kita bisa memetik dua pesan. Pertama, pesan bahwa setiap orang yang memiliki niat jahat pada orang lain, pasti akan celaka. Kedua, pelajaran mengenai setiap rintangan dan cobaan apa pun yang kita alami pasti bisa diselesaikan dengan usaha, kerja keras, dan doa.

Dengan demikian, dari kisah Timun Mas dan Buto Ijo tersebut, kita bisa memperoleh pesan moral untuk tidak pantang menyerah dan terus berusaha, serta berdoa. Dari hal itu, kita akan bisa mencapai tujuan dan diberi keselamatan.

Itulah kisah Timun Mas dan Buto Ijo, cerita rakyat dari Jawa Tengah yang penuh pesan moral. Semoga bermanfaat!

Artikel ini ditulis oleh Desi Rahmawati peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(sto/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads