Imbas Banjir Pekalongan, Sejumlah Penumpang KA Batalkan Tiket di Tawang

Imbas Banjir Pekalongan, Sejumlah Penumpang KA Batalkan Tiket di Tawang

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Minggu, 18 Jan 2026 17:54 WIB
Imbas Banjir Pekalongan, Sejumlah Penumpang KA Batalkan Tiket di Tawang
Para calon penumpang kereta api membatalkan tiket di Stasiun Tawang, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Minggu (18/1/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Banjir yang merendam jalur rel di Pekalongan berdampak pada perjalanan sejumlah kereta api (KA). Imbasnya, sejumlah penumpang di Stasiun Tawang Semarang Tawang terpaksa membatalkan tiket.

Pantauan detikJateng di Stasiun Tawang, Minggu (18/1), tampak puluhan calon penumpang kereta mengantre di loket stasiun yang berada di Kecamatan Semarang Utara itu. Mereka sedang mengurus pengembalian tiket kereta yang batal berangkat.

Sejumlah travel beserta para calo juga telah bersiaga di sekitar lokasi keberangkatan. Mereka menawarkan kepada calon penumpang itu untuk naik travel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu penumpang, Fiona (30), mengatakan KA Argo Merbabu dari Semarang menuju Jakarta yang semula dijadwalkan berangkat pukul 14.00 WIB akhirnya dibatalkan.

"Aku nggak tahu kalau ada banjir, baru tahu kemarin siang. Awalnya beli oleh-oleh dulu, ternyata kereta hari ini banyak yang dibatalkan karena banjir di Pekalongan," kata Fiona kepada detikJateng di Stasiun Tawang, Minggu (18/1/2026).

ADVERTISEMENT

Fiona sampai di stasiun sekitar pukul 11.00 WIB. Awalnya petugas meminta penumpang menunggu hingga pukul 13.15 WIB, hingga akhirnya diumumkan pembatalan.

"Antrenya sekitar satu jam, tapi proses refund cepat. Nggak sampai dua jam uang langsung masuk ke rekening. KTP kita difotokopi, terus menunjukkan nomor rekening," ujarnya.

"Saya sebelumnya beli tiket lewat Traveloka harganya Rp 600 ribuan dan yang dikembalikan sesuai harga tiketnya Rp 520 ribu," lanjutnya.

Fiona bersama rombongannya lalu memilih menggunakan jasa angkutan travel ke Jakarta dengan biaya Rp 400 ribu per orang.

"Kalau bisa, informasi pembatalan KA itu lebih awal. Kalau H-1 kan masih bisa cari alternatif," ucap dia.

Keluhan serupa disampaikan Risma (22), calon penumpang KA Joglosemarkerto rute Semarang-Solo yang dijadwalkan berangkat pukul 14.40 WIB. Hingga dua jam menunggu, ia belum mendapat kepastian keberangkatan.

"Katanya delay karena genangan air di Pekalongan. Tapi nggak ada info jelas. Temanku malah sudah dibatalkan jam 12.00 WIB tadi," kata Risma.

Risma dan temannya lalu mencari jasa angkutan travel lain karena tidak ada kepastian apakah kereta akan diberangkatkan malam hari.

Sementara itu Meili (30) penumpang KA Argo Merbabu tujuan Jakarta juga mengaku mendapat informasi pembatalan secara mendadak.

"Baru dikasih tahu mendadak. Tiket sekitar Rp 400 ribuan, sekarang mau nyari travel," ujarnya singkat.

Adapun Afifah (36) calon penumpang KA Blambangan Ekspres rute Semarang-Jember, mengatakan keretanya yang dijadwalkan berangkat pukul 18.30 WIB telah diumumkan batal sejak pukul 14.00 WIB.

"Ini masih nunggu kepastian rute lain. Kayaknya batal semua. Kalau nggak ada hari ini, mungkin cari bus atau kendaraan lain," katanya.

"Harga tiketnya Rp 400 ribuan, kayaknya batal semua kalau untuk besok masih nunggu pemberitahuan lagi. Ini antre sudah satu jam," tambahnya.

Pembatalan juga dirasakan Sri (67), yang anaknya hendak berangkat ke Jakarta menggunakan kereta pukul 19.00 WIB. Ia akhirnya memilih menggunakan bus travel resmi yang berangkat pukul 21.00 WIB.

Sri menambahkan, perjalanan kereta dari Jakarta ke Semarang sebelumnya juga sempat terlambat hingga berjam-jam akibat banjir.

"Harusnya kemarin anak saya sampai jam 01.00 WIB malam, tapi baru sampai jam 05.00 WIB subuh. Dari Mangkang ke sini saja dua jam," katanya.

Diberitakan sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang kembali membatalkan sejumlah perjalanan kereta api (KA) pada Minggu (18/1/2026). Langkah ini diambil menyusul genangan banjir yang kembali tinggi di petak jalan Stasiun Pekalongan-Stasiun Sragi.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif menjelaskan, genangan air di Km 88+6/7 mengalami kenaikan sejak Sabtu (17/1) malam. Demi alasan keselamatan, perjalanan KA belum bisa melintas.

"Keselamatan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama kami, sehingga pembatalan sejumlah KA masih harus dilakukan demi menghindari potensi risiko di lintasan," kata Luqman dalam keterangannya, Minggu (18/1).




(dil/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads