Seorang bocah bernama Adit tenggelam di Banjir Kanal Barat, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, masih belum ditemukan. Pencarian dilanjut besok pagi.
"Untuk malam ini, operasi SAR kita hentikan sementara, hanya pemantauan dari atas. Operasi pencarian dilanjutkan besok pagi jam 7," kata Rescuer Terampil SAR Semarang, Exsal Viyan (26), saat ditemui wartawan di BKB, Sabtu (3/10/2026) pukul 21.30 WIB.
Adapun pencarian korban malam ini disetop pada pukul 21.00 WIB. Tingginya sedimentasi tanah di BKB menyulitkan tim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk kendala di sungai ini sedimen tanahnya terlalu tinggi sehingga menyusahkan kita untuk bergerak di titik yang dicurigai," terang Exsal.
Titik yang diduga menjadi lokasi Adit tenggelam berada di bekas kerukan ekskavator di tengah sungai. Namun, korban belum ditemukan.
"Untuk tempat yang dicurigai ada galian dari ekskavator lebih dalam dari yang lain kerukan posisinya di tengah antara pulau (tumpukan kerukan) satu dan tiga," ucapnya.
Kondisi arus sungai saat ini masih tergolong tenang. Tim SAR pun tengah bersiap untuk kembali.
Diberitakan sebelumnya, dua bocah dilaporkan tenggelam di Banjir Kanal Barat , Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. Petugas Basarnas telah menemukan satu korban, sementara satu lainnya masih dicari.
"Pada pukul 17.00 WIB atas nama Adi Pratama (12) ditemukan wafat. Masih di seputaran lokasi masih di dasar sungai," kata Kepala Bidang Operasi Basarnas Kota Semarang, Moel Wahyono kepada detikJateng di lokasi petang ini.
Moel menerangkan dua korban bernama Adi Pratama dan Adit yang masih berusia 12 tahun. Saat itu keduanya bersama kedua temannya sedang mandi di BKB pada pukul 12.30 WIB.
"Kronologi empat anak sekitar jam 12.30 mandi di seputaran Bendung Gerak Kokrosono," kata Moel.
Namun, Adi dan Adit tenggelam. Kedua temannya berupaya menolong mereka namun tidak berhasil.
"Dua orang tenggelam. Saksi atau teman berusaha menolong tapi tidak tertolong. Keduanya tidak terjangkau (tidak bisa berenang) akhirnya tidak selamat," ucapnya.
Lalu, kedua temannya pulang untuk melaporkan kejadian tersebut ke orang tua mereka. Kemudian laporan masuk ke Basarnas Kota Semarang.
"Karena merasa takut, korban selamat pulang dan menceritakan kepada orang tua bahwa dua temannya tenggelam," tuturnya.
Basarnas sampai di lokasi pada pukul 16.00 WIB. Mereka langsung melakukan penyisiran di BKB.
"Tim SAR baru mendapat laporan sekitar 15.30 WIB. Pencarian sejak jam 4 dengan cara paralel. Dengan perahu karet juga," terang Moel.
