Dua bocah dilaporkan tenggelam di Banjir Kanal Barat, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. Petugas Basarnas telah menemukan satu korban, sementara satu lainnya masih dicari.
"Pada pukul 17.00 WIB, atas nama Adi Pratama (12) ditemukan wafat. Masih di seputaran lokasi masih di dasar sungai," kata Kepala Bidang Operasi Basarnas Kota Semarang, Moel Wahyono, kepada detikJateng di lokasi, Sabtu (3/10/2026) petang.
Pantauan detikJateng di lokasi pada Sabtu pukul 17.24 WIB, tampak satu unit perahu karet dan satu unit perahu kayu milik warga dikerahkan untuk mencari korban. Terlihat juga puluhan personel mencari korban dengan menyusuri Banjir Kanal Barat (BKB).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga berkerumun di lokasi melihat proses pencarian bocah yang tenggelam. Adapun air di BKB terlihat setinggi 45 sentimeter.
Moel menerangkan dua korban bernama Adi Pratama dan Adit yang masih berusia 12 tahun. Saat itu keduanya bersama kedua temannya sedang mandi di BKB pada pukul 12.30 WIB.
"Kronologi empat anak sekitar jam 12.30 mandi di seputaran Bendung Gerak Kokrosono," kata Moel.
Namun, Adi dan Adit tenggelam. Kedua temannya berupaya menolong mereka namun tidak berhasil.
"Dua orang tenggelam. Saksi atau teman berusaha menolong tapi tidak tertolong. Keduanya tidak terjangkau (tidak bisa berenang), akhirnya tidak selamat," ucapnya.
Lalu, kedua temannya pulang untuk melaporkan kejadian tersebut ke orang tua mereka. Kemudian laporan masuk ke Basarnas Kota Semarang.
"Karena merasa takut, korban selamat pulang dan menceritakan kepada orang tua bahwa dua temannya tenggelam," tuturnya.
Basarnas sampai di lokasi pada pukul 16.00 WIB. Mereka langsung melakukan penyisiran di BKB.
"Tim SAR baru mendapat laporan sekitar 15.30 WIB. Pencarian sejak jam 4 dengan cara paralel. Dengan perahu karet juga," terang Moel.
Setelah ditemukan pada pukul 17.00 WIB, jenazah Adi dibawa ke rumah duka di Panggung Kidul, Semarang Utara.
Hingga kini petugas masih mencari keberadaan Adit. "Yang belum ketemu Adit," pungkasnya.
