Sejumlah Akses Kubu PB XIV Purbaya Menuju Pelataran Tertutup Seng

Sejumlah Akses Kubu PB XIV Purbaya Menuju Pelataran Tertutup Seng

Tara Wahyu NV - detikJateng
Rabu, 02 Sep 2026 22:47 WIB
Jalan dari Talangpaten menuju Pagelaran tertutup, Selasa (2/9/2026).
Jalan dari Talangpaten menuju Pagelaran tertutup, Selasa (2/9/2026). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng
Solo -

Akses jalan dari Talangpaten yang sering digunakan kubu Paku Buwono XIV Purbaya menuju Pelataran Keraton Solo ditutup seng. Kubu Paku Buwono XIV Purbaya mempertanyakan hal tersebut.

Kakak Paku Buwono XIV Purbaya, GKR Ratih Widyasari mengaku mengetahui akses jalan tersebut ditutup seng pada Rabu (2/9) sore. Ia menyebut tidak ada pemberitahuan sebelumnya.

"Saya kurang tahu pastinya yang diseng itu mana saja, tapi yang kita tahu dari Pakubanan, akses kita semua diseng, tiba-tiba sore-sore saya dapat laporan, jadi enggak ada, enggak ada, maksudnya tidak ada omongan apa-apa dari pihak sana, tiba-tiba langsung ngeseng," katanya ditemui di Keraton Solo, Rabu (2/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ratih mengatakan, ada sejumlah lokasi yang juga ditutup seng. Ratih merinci, lokasi tersebut yakni Langen Katon, Pakubanan, Wiwara Kenco (atau tetap Wiworo Kenyo sesuai kutipan bawahnya), dan Talangpaten.

"Akses tertutup kita tidak bisa ke pelataran. Kita dari Pakubanan ditutup, dari Wiworo Kenyo ditutup, dari Talangpaten juga ditutup. Semua ditutup sama mereka," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Dengan pemasangan seng tersebut, pihaknya mengaku tidak bisa mengakses Pelataran Keraton Solo. Padahal semua kegiatan dilakukan di Pelataran Keraton Solo.

"Ya, berarti kita tidak bisa mengakses pelataran. Iya, semua prosesi adat di situ dan kita juga sebenarnya caos dhahar kan setiap hari Kamis kita caos dhahar itu muter semua keraton. Nah, kita enggak bisa caos dhahar di sana karena ditutup sama mereka," terangnya.

Saat penutupan menggunakan seng tersebut, Ratih mengaku sempat bertemu dengan Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) GRAy Koes Moertiyah atau Gusti Moeng. Ia juga sempat menanyakan alasan penutupan sejumlah lokasi.

"Pertama diseng di situ, lalu mereka lari ke sini. Saya tanya tadi, sempat ketemu Gusti Moeng, 'Kenapa mesti diseng-seng gitu sih?', Dia jawabnya bukan seperti yang dikatakan laporan akan direvitalisasi, bukan. Dia jawab, "Lah kowe gembok-gembok, aku gembok-gembok balik', gitu jawabannya," ujarnya menirukan.

Ditanya mengenai kegiatan di waktu dekat, ia mengaku belum ada. Meski begitu, pada Oktober akan ada kegiatan Tingalan Jumenengan pertama PB XIV Purbaya.

"Mungkin Oktober akhir itu ada Tingalan Jumenengan. Sinuhun kan itu waktu dulu jumenengan notonya kan November ya. Nah, tingalan jumenengannya mungkin Oktober. Nah, itu kita enggak bisa akses ke sana jadinya kalau seandainya mereka tidak membuka akses itu, ya kita tidak bisa memakainya," tutupnya.

Sementara itu, Ketua Eksekutif LDA, KPH Eddy Wirabhumi, mengatakan bahwa akan ada revitalisasi di tempat penyimpanan gamelan. Untuk itu, sejumlah lokasi ditutup.

"Menyambung keterangannya Gusti Moeng itu beberapa saat yang lalu kan bahwa tempat penyimpanan gamelan itu kan juga masuk revitalisasi. Ini kemudian sudah kita mulai besok pagi, makanya akses di situ ditutup," ungkapnya.

Selain itu, di Pakubanan dan Keraton Kulon juga akan segera dilakukan revitalisasi.

"Terus sama Pakubanan juga kita segera mulai. Sebentar lagi mulai juga Keraton Kulon. Ya yang menuju ke akses itu. Jadi Pakubanan itu semuanya kita tutup pagar, kemudian tidak ada gangguan terhadap revitalisasi ini," pungkasnya.



(apl/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads