Seorang wanita asal Sragen berbobot 300 kilogram berinisial I (39) meninggal usai sebelumnya sesak napas. Tim relawan mempersiapkan alat beberapa jam sebelum pemakaman dilaksanakan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sragen, Triyono Putro, menerangkan pihaknya menerima permintaan dari warga untuk membantu pemakaman I. Wanita itu dimakamkan menggunakan teknik vertical rescue.
"Persiapannya sekitar 2 jam untuk pelaksanaan setting-nya, pelaksanaan penggalian kuburnya, dan semuanya ready. Alhamdulillah bisa berjalan dengan baik," ucapnya ketika ditemui di TPU Mbah Balak, Plumbungan, Karangmalang, Sragen, Selasa (4/8/2026) sore.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Triyono melanjutkan, ada sekitar 35 orang yang diterjunkan untuk membantu memakamkan I. Berdasarkan pantauan di TPU, jenazah almarhumah dibaringkan dalam peti tanpa penutup, dan diturunkan ke liang lahat.
"Tim gabungan kami sekitar lebih dari 35-an personel, mereka terdiri dari relawan, Sukapura Sragen, Damkar, PMI membantu masyarakat menggunakan teknik vertical rescue. Bersama teman-teman saat ini (Selasa) alhamdulillah bisa berjalan dengan baik," terangnya.
Untuk melakukan proses pemakaman menggunakan vertical rescue, Triyono menegaskan bahwa mereka telah bersertifikat.
"Alhamdulillah tidak ada kendala, lancar semuanya. Vertical rescue untuk teman-teman yang bersertifikat semua tentunya, tidak sembarangan yang digunakan tekniknya," bebernya.
Suami I, Enggar, mengungkapkan istrinya sudah tiga hari sesak napas. Puncaknya, Senin (3/8), mereka segera melarikannya ke rumah sakit.
"Dari tiga hari lalu itu memang sudah sesak ya, sudah sesak napas. Tapi yang paling parah kemarin. Lemas, terus dievakuasi, akhirnya didiagnosa memang ya sesak napas, terus jantungnya penuh air," ucapnya.
Kondisi I sempat stabil saat dibawa ke RSUD Soehardi Prijonegoro. Namun, sore harinya, kondisinya kembali menurun sehingga dimasukkan ke ICU.
"Ya kemarin langsung di IGD, langsung ICU. Mau dibawa ke bangsal sudah nggak sadar. Pas baru datang stabil banget. Terus jam 3-an habis Ashar itu mau pindah bangsal, dia bubuk (tidur). Dia tidur terus dibangunin nggak bisa," terangnya.
Pada akhirnya, I mengembuskan napas terakhirnya pada Selasa siang. "Meninggal tadi siang sekira pukul 11.00 WIB," pungkasnya.
Diketahui, proses evakuasi I sempat berlangsung dramatis, di mana Palang Merah Indonesia (PMI) Sragen harus berjibaku selama satu jam karena bobot pasien yang mencapai 300 kilogram.
Staf Pelayanan dan Penanggulangan Bencana (PB) PMI Sragen, Rizky Nugroho Jati, menceritakan sulitnya proses evakuasi yang dilakukan pada hari ini. Laporan bermula dari informasi PSC 119 yang menyebutkan adanya pasien yang membutuhkan bantuan evakuasi medis darurat.
"Kondisi mbaknya sesak napas, kesulitan bernapas. Sebelumnya memang pernah mondok di RSUD, sempat membaik, tapi ini tadi sesak lagi," kata Rizky saat dihubungi detikJateng via telepon, Senin (3/8).
"Berat badan dulu itu 250 kilo, tapi itu sudah setengah tahun yang lalu. Infonya tadi segitu hampir 300 kilo," lanjut dia.
