Satu korban insiden ambruknya tribune VIP pada ajang Speed Fest #2 Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Seri ke-3 Tahun 2026 di GOR Satria Purwokerto masih menjalani perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU). Sementara itu, puluhan korban lainnya masih dirawat di sejumlah rumah sakit di Banyumas.
Kapolresta Banyumas, Kombes Petrus Silalahi, mengatakan berdasarkan data terbaru yang dihimpun pihaknya, total terdapat 90 korban akibat insiden ambruknya tribune VIP.
"Dari pendataan yang kami lakukan, total korban sebanyak 90 orang. Saat ini satu orang masih dirawat di ICU, 35 orang menjalani rawat inap, sedangkan 54 orang lainnya sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan," kata Petrus melalui pesan tertulis kepada wartawan, Senin (27/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Petrus, korban dirawat di sedikitnya 10 rumah sakit di wilayah Banyumas. Dari seluruh rumah sakit tersebut, satu pasien masih menjalani perawatan intensif di RS Elisabeth Purwokerto.
"Kondisinya sadar namun saat ini penurunan kesadaran, ICU di RS Elisabeth," terangnya.
Baca juga: Pasar Bayat Klaten Terbakar Sore Ini |
Selain pasien di ICU, sebanyak enam korban lainnya juga masih menjalani rawat inap di RS setempat. Sementara di RS Orthopaedi Purwokerto terdapat 11 pasien yang masih dirawat dan 14 korban telah diperbolehkan pulang.
Di RS DKT Wijayakusuma, delapan korban masih menjalani perawatan. Dua di antaranya harus menjalani operasi, sedangkan enam lainnya dirawat akibat mengalami memar dan trauma.
Sementara itu, tiga pasien masih dirawat di RS Geriatri, tiga pasien di RS JIH Purwokerto, dua pasien di RS Dadi Keluarga, dan masing-masing dua pasien di RS Ananda. Sejumlah korban lainnya telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.
Di tengah proses penanganan korban, Polresta Banyumas juga terus mengusut penyebab ambruknya tribune VIP. Hingga kini, polisi telah memeriksa 13 saksi yang terdiri dari 12 orang penyelenggara kegiatan dan satu korban.
"Total pemeriksaan saksi hingga hari ini ada 13 orang. Terdiri dari 12 orang dari pihak penyelenggara kegiatan dan satu orang saksi korban runtuhnya tribune VIP," ujar Petrus.
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga ambruknya tribune dipicu euforia penonton saat selebrasi pembagian kaus. Kondisi tersebut menyebabkan penonton bergerak tidak beraturan sehingga beban pada tribune semi permanen menjadi tidak seimbang.
"Kami sudah melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab runtuhnya panggung tribune VIP tersebut. Temuan sementara dari penyelidikan bahwa runtuhnya lantai tribune VIP dimungkinkan karena hiporia yang sangat antusias dari penonton yang ada di tribune, ada yang melompat dan ketidaksiapan dari penyelenggara kegiatan dalam mengantisipasi ketika adanya hiporia penonton khususnya tribune VIP saat adanya selebrasi pembagian kaus," kata Petrus.
Ia menambahkan, panitia juga diduga tidak memperhitungkan kekuatan konstruksi tribune semi permanen serta tidak menyiagakan petugas di setiap tribune untuk mengantisipasi lonjakan dan pergerakan penonton.
"Dan terlebih tribune itu adalah nonpermanen dan panitia tidak mempertimbangkan kekuatan dari tribun tersebut. Panitia penyelenggara kegiatan tidak memberikan imbauan dan tidak siap bersiaga pada tiap tribune untuk antisipasi lonjakan dan pergerakan penonton," pungkasnya.
