Wanita Hamil 8 Bulan Ikut Jadi Korban Tribun Kejurnas Drift Purwokerto Ambruk

Wanita Hamil 8 Bulan Ikut Jadi Korban Tribun Kejurnas Drift Purwokerto Ambruk

Anang Firmansyah - detikJateng
Senin, 27 Jul 2026 12:46 WIB
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono saat memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (27/7/2026).
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono saat memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (27/7/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng
Banyumas -

Jumlah korban ambruknya tribun VIP Speed Fest #2, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Seri ke-3 Tahun 2026 di kompleks GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas mencapai 90 orang. Dari jumlah tersebut korban rata-rata mengalami patah tulang.

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono menjelaskan pihaknya masih melakukan pendataan terkait jumlah korban yang sudah diperbolehkan pulang, masih menjalani rawat inap, maupun yang masih dalam tahap observasi medis.

"Total sekitar 90 korban, tetapi saya belum update hari ini. Saya minta data pasti yang sudah rawat jalan berapa, yang rawat inap berapa, dan yang masih observasi ada berapa," kata dia saat dihubungi, Senin (27/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sadewo menyebut kondisi korban cukup beragam, mulai dari luka ringan hingga patah tulang. Sebagian korban juga sempat pingsan akibat syok pasca-insiden.

"Kebanyakan korban mengalami patah tulang, yang sudah pulang juga banyak yang sempat pingsan karena mungkin kaget," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Ia juga mengungkapkan terdapat seorang korban yang tengah hamil delapan bulan. Meski sempat menjalani pemeriksaan medis, kondisi ibu dan janinnya dipastikan dalam keadaan baik.

"Ada ibu hamil usia kandungan delapan bulan, tetapi alhamdulillah kondisinya aman, termasuk janinnya," kata Sadewo.

Dari jumlah tersebut, korban tercatat mendapatkan penanganan medis di 11 rumah sakit. Sadewo memastikan seluruh korban mendapat perhatian dan penyelenggara bertanggung jawab atas insiden tersebut.

"Saya tadi malam keliling. Total ambulans yang dikerahkan lebih dari 20 unit dan korban ditangani oleh 11 rumah sakit," katanya.

Di saat yang bersamaan, Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama Polresta Banyumas membagi tugas penanganan pasca-insiden. Tim pertama dari kepolisian fokus melakukan investigasi penyebab ambruknya tribun, sedangkan tim kedua dipimpin langsung oleh Sadewo untuk memastikan kondisi para korban di rumah sakit.

"Saya putuskan dibagi dua tim. Tim satu dari Polresta melakukan investigasi dan sampai sekarang belum selesai. Kesimpulannya nanti menunggu hasil dari Polresta. Tim kedua ikut saya menyambangi seluruh korban di semua rumah sakit," ujarnya.

Adapun rumah sakit yang menangani korban di antaranya RS DKT Wijayakusuma, RS Elisabeth Purwokerto, RS Geriatri Purwokerto, RS Ananda Purwokerto, RS Dadi Keluarga Purwokerto, RS Wiradadi Husada, RS Orthopaedi Purwokerto, RSUP Prof. Dr. Margono Soekarjo, RS Sinar Kasih, RS JIH Purwokerto, dan RSUD Banyumas.

"Karena sudah malam, untuk korban yang berada di RSUD Banyumas saya sempat melakukan video call untuk memastikan kondisinya," ungkapnya.

Sadewo mengatakan, pihak penyelenggara acara yang terdiri dari event organizer (EO), vendor, dan pengelola tiket turut diajak mengunjungi korban di rumah sakit. Menurutnya, penyelenggara menunjukkan sikap kooperatif dan bertanggung jawab atas penanganan korban.

"Saya mengajak pihak penyelenggara dan mereka bertanggung jawab. Pihak penyelenggara cukup kooperatif," katanya.

Hingga kini, Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama Polresta Banyumas masih terus melakukan pendataan dan penanganan terhadap para korban. Sementara itu, penyebab pasti ambruknya tribun VIP Kejurnas Drift masih dalam proses investigasi oleh pihak kepolisian.

"Yang jelas tidak ada yang menghendaki kejadian ini. Namanya musibah," pungkas Sadewo.

Diberitakan sebelumnya, polisi mengungkap temuan awal terkait ambruknya tribun VIP pada gelaran Speed Fest #2, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Seri ke-3 Tahun 2026 di kompleks GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Dari hasil penyelidikan sementara, aktivitas pembagian kaus oleh drifter diduga menjadi salah satu faktor yang memicu robohnya tribun non permanen tersebut.

Kapolresta Banyumas Kombes Petrus Silalahi mengatakan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab pasti ambruknya tribun. Hingga saat ini proses penyelidikan masih berlangsung.

"Kami sudah melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab terjadinya robohnya panggung atau tribun tersebut. Penyelidikan masih berjalan," kata Petrus saat ditemui di kantornya, Senin (27/7).

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan adanya kegiatan selebrasi yang dilakukan oleh sejumlah drifter dengan melempar kaus ke arah tribun VIP. Aksi itu memicu penonton bergerak tidak beraturan dan berdesak-desakan untuk mendapatkan merchandise.

"Temuan sementara dari penyelidikan, ada kegiatan selebrasi dari pemain atau drifter dengan membagikan dan melemparkan kaus. Karena lemparannya ke tribun VIP, masyarakat atau pengunjung yang berada di tribun menjadi tidak beraturan," jelas Petrus.



(afn/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads