Hanya ada tiga murid yang masuk ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) Purwoyoso 01, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang saat tahun ajaran baru. Meski begitu sedikit, pihak sekolah tetap memberikan materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara meriah.
Setelah disambut maskot MPLS tahun ini, Si Badut, dua siswa dan satu siswi memulai hari pertama sekolah. Mereka tampak semangat mengikuti materi MPLS yang diberikan guru maupun dari media pengajaran seperti layar televisi.
Dua Murid Tak Jadi Daftar Ulang
Kepala SDN Purwoyoso 01 Kota Semarang, Hajar Riatiani, mengungkap awalnya ada lima bakal calon siswa yang mendaftar. Namun, dalam perkembangannya, dua tidak jadi daftar ulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang mendaftar online ada lima. Tapi dua tidak daftar ulang, jadi yang fix masuk hanya tiga siswa saja," kata Hajar di SDN Purwoyoso 01, Senin (13/7/2026).
Hajar melanjutkan minimnya siswa di sekolahnya lantaran kondisi demografi. Ia berkata, kawasan permukiman sekitar sekolah sudah tidak mempunyai anak yang masuk ke SD.
"SDN Purwoyoso 01 itu lengkap semua untuk kelas terpenuhi ada 6 kelas, masing-masing ada lab komputer tidak dompleng kelas, perpustakaan, ruang UKS, musala, lengkap. Halaman juga ada, Smart TV bantuan pemerintah juga ada, terus fasilitas olahraga," urainya.
"Tapi sedikitnya siswa ini karena lingkungan demografi. Di sekitar sekolah ini sudah tidak ada perumahan yang produktif. Rata-rata penduduknya sudah lansia, tidak punya anak usia masuk SD," lanjutnya.
Menurutnya juga, banyak warga pindah ke daerah perbatasan seperti Kaliwungu, Kabupaten Kendal, yang memiliki banyak perumahan subsidi, lantaran harga rumah di Kota Semarang dinilai sudah terlalu mahal.
"Kemudian sekolah sekitar kita juga masih kekurangan siswa. Jadi kita tidak mendapat limpahan dari sekolah sekitarnya," tuturnya.
Pada tahun ajaran sebelumnya, kata Hajar, SDN Purwoyoso 01 menerima 11 murid baru. Di tengah tahun ajaran, jumlahnya bertambah satu, sehingga total menjadi 12 siswa baru.
Suasana SDN Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, yang hanya menerima tiga murid baru di tahun ajaran 2026/2027, Senin (13/7/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng |
Bertekad Beri MPLS Terbaik
Hajar menegaskan, meski tahun ini hanya ada tiga murid yang masuk untuk tahun ajaran 2026/2027, sekolah tetap menyambutnya secara meriah.
"Berapapun muridnya tetap kita sambut dengan meriah. Setiap tahun kita ganti tema. Kali ini temanya sirkus, ada badutnya juga," tegasnya.
Adapun, rangkaian MPLS dimulai sejak pukul 07.00 WIB pagi tadi. Seluruh guru menyambut para siswa di gerbang sekolah bersama maskot Si Badut.
"Yang pertama penyambutan peserta didik. Guru-guru sama maskot badut berdiri di depan gerbang menyambut siswa dari kelas 1-6. Kemudian dilanjutkan upacara pembukaan, pengalungan cocard untuk peserta didik baru," kata Hajar.
Selain itu, tiga murid baru juga mendapat perlengkapan sekolah gratis berupa topi, dasi, atribut kelas, hingga tanda pengenal sekolah. Dalam waktu dekat, sekolah juga akan membagikan seragam batik dan seragam olahraga secara cuma-cuma.
"Kemudian perkenalan guru dan tenaga pendidik, dilanjutkan perkenalan siswa dan permainan sederhana antarsiswa," jelas Hajar.
"Berikutnya ada tur keliling sekolah, pengenalan fasilitas, menyanyikan Jingle MPLS, dilanjutkan mewarnai gambar lingkungan sekolah dan penyampaian kesan hari pertama," lanjutnya.
Ia menekankan bahwa sekolah bertekad untuk membuat anak-anak semangat dalam belajar.
"Kita tetap semangat, tidak ngelokro (malas), tidak kendor, pembukaan tetap semeriah mungkin, biar anak-anak semangat untuk kembali belajar," pungkasnya.

