Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) bakal menyisipkan materi koperasi dalam pembelajaran di tingkat SD hingga SMA mulai tahun ajaran baru nanti. Adapun materinya mulai dari dasar-dasar koperasi hingga kewirausahaan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng, Eddy Sulistiyo Bramiyanto, menerangkan materi koperasi bakal diimplementasikan untuk siswa kelas 4 SD sederajat hingga SMA sederajat.
"Tahun ajaran baru ini insyaallah, kita sudah sosialisasi. SD kita mulai dari kelas 4, Kemudian kelas 4 MI sampai dengan MTS, kemudian SMP, SMK, Madrasah Aliyah sampai kelas 12," kata Bram saat ditemui di kantor Gubernuran Jateng, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Jumat (5/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bram menjelaskan, materi tersebut bakal disisipkan saat pembelajaran siswa. Implementasinya bisa dilakukan pada awal pelajaran maupun di akhir.
"Bisa dilaksanakan menurut masing-masing, mau di awal mata pelajaran atau mau di akhir. Itu tergantung dari masing-masing (sekolah)," jelasnya.
Adapun siswa SD bakal mendapatkan materi dasar tentang koperasi. Sementara siswa SMP mendapatkan materi terkait struktur koperasi dan siswa SMA mendapat pembelajaran tentang kewirausahaan.
"SD pada posisi pengenalan koperasi, dasar-dasar koperasi. Struktur organisasi koperasi di anak-anak SMP. Nanti kewirausahaan koperasi itu di level di anak-anak SMK, SMA, dan ada proses kokurikuler," sebutnya.
Para siswa juga mendapatkan materi IT terkait koperasi, seperti halnya laporan keuangan. Siswa bakal mendapatkan pelajaran yang berkaitan dengan ekonomi kerakyatan.
"Bagaimana juga IT itu nanti dikembangkan oleh anak-anak SMP, anak-anak MAN, SMK itu untuk bisa membuat program bagaimana proses laporan keuangan, proses jual-beli. Ini kita intersikan di situ," bebernya.
"Intinya adalah bagaimana anak-anak kita ini lebih dalam lagi pemahaman untuk ekonomi kerakyatan, bekerja sama, gotong royong. Ini yang akan kami sampaikan kepada siswa-siswi kita," lanjutnya.
Diberitakan sebelumnya, Jateng menjadi provinsi pertama yang menyisipkan materi koperasi ke dalam pembelajaran di sekolah. Hal tersebut ditandai dengan peluncuran Insersi Pendidikan Perkoperasian Provinsi Jateng di gedung Gradhika Bhakti Praja, kompleks Gubernuran Jateng, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang. Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar.
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, menjelaskan, inovasi tersebut diinisiasi oleh Dinas Koperasi dan UKM dan Dinas Pendidikan Jateng. Dia mengatakan materi koperasi tidak berupa materi pelajaran sendiri di sekolah, melainkan disisipkan.
"Dinas Koperasi kita dengan Dinas Pendidikan kita memberikan pelajaran modul terkait koperasi. Dan ini tidak mengubah daripada atau tidak menambah daripada pelajaran di masing-masing sekolah, tetapi menyelipkan," jelas Luthfi di gedung Gradhika Bhakti Praja hari ini.
Menkop Ferry membenarkan Jateng merupakan wilayah pertama yang menyisipkan kurikulum koperasi. Dia berharap agar provinsi lainnya bisa menerapkan kurikulum koperasi.
"Ini adalah provinsi yang pertama kali membuat insersi kurikulum tentang perkoperasian. Kami untuk itu berterima kasih dan harapannya agar provinsi-provinsi lain bisa melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Provinsi Jawa Tengah," kata Ferry.
