Talud Sungai Silandak (sebelumnya ditulis Cilandak, red), Jalan Jembawan 1, Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang yang sempat amblas kini sudah hancur total. talud tersebut hancur saat hujan deras yang terjadi tadi malam.
Pantauan detikJateng di lokasi, Sabtu (16/5/2026) pukul 11.30 WIB, talud Sungai Silandak dan aspal di Jalan Jembawan 1 sudah hilang total. Sejumlah warga masih melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan dan memasang karung pasir.
Lurah Kalibanteng Kulon, Parjono, mengatakan talud amblas saat hujan deras tadi malam. Kondisi talud itu kini amblas sepanjang 100 meter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kejadian ambrol ini kurang lebih hampir jam 19.00 WIB tadi malam, itu masih hujan dengan intensitas tinggi," kata Parjono saat ditemui detikJateng di lokasi.
"Kondisi saat ini mungkin kurang lebih ini 100 meter dengan kedalaman 3,5 sampai 4 meter, lebar yang longsor ini sekitar 4 meter," imbuhnya.
Parjono menuturkan Jalan Jembawan 1 yang terletak persis di sisi talud sudah mulai mengalami keretakan sejak Maret lalu. Saat dicek, ditemukan ada rongga di bawah talud yang dihuni ikan sapu-sapu.
"Setelah di cross check ke tempat lokasi di sini ternyata di bawah talud itu ada rongga dan mungkin karena ada rongga itu terus kemudian untuk hunian ikan sapu-sapu," jelas Parjono.
Menurut Parjono, retakan pada aspal semakin lebar pada April lalu. Jalan itu kemudian sempat ambles di awal bulan ini.
"Kemarin pada bulan April ini retak-retak aspal yang ada di jalan ini semakin lebar dan puncaknya kemarin pada bulan Mei. Bulan Mei ini sudah mungkin tidak bisa menahan beban tanah yang ada di atasnya sehingga ambles," tutur Parjono.
Parjono menuturkan jalan itu sudah tidak bisa diakses kendaraan setelah amblas. Menurutnya, sempat ada upaya penanganan dengan curah aspal untuk menyatukan aspal.
"Kemarin sebenarnya sudah ada penanganan yaitu dikasih curah aspal. Harapannya nanti kan bisa menyatukan aspal yang retak, tapi ternyata begitu sore hujan ini yang awalnya sudah dikasih curah aspal ternyata tidak bisa menyatukan aspal yang retak tadi dan semakin ambles," ungkap Parjono.
Parjono menuturkan pihaknya tengah menunggu penanganan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Ia menginginkan talud dan jalan bisa segera diperbaiki.
"Sampai hari ini kami juga masih menunggu penanganan dari BBWS agar nantinya tidak melebar dan merembet ke kanan kirinya. Harapan kami yang pertama talud diperbaiki lebih kuat lagi, terus kemudian (jalan) ini bisa dikembalikan, difokuskan sebagai jalan seperti yang dulu," ujar Parjono.
Diberitakan sebelumnya, talud Sungai Silandak sepanjang 30 meter di Jalan Jembawan 1, RT 6 RW 1 Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, ambles hingga sedalam 2 meter.
Pantauan detikJateng di lokasi pada Rabu (6/5), tampak talud yang terhubung langsung dengan jalan itu ambles sepanjang sekitar 70 kaki atau sekitar 21 meter. Sementara itu, sekitar 6 rumah warga berada tepat di samping jalan tersebut.
Tampak jalan ambles selebar hingga dua meter dengan kedalaman dua meter. Terpasang pula garis pembatas di sepanjang talud ambrol tersebut. Akibatnya, jalan tersebut tidak dimungkinkan untuk dilintasi motor sekalipun.
