Seorang siswa di salah satu SMK di Pemalang tepergok mengedit belasan siswi di sekolahnya menjadi berpose telanjang menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Murid yang juga ketua OSIS itu akhirnya memilih keluar dari sekolah atas permintaan orang tuanya.
Hal tersebut dikatakan Wakil Kepala Bidang Humas SMK itu, berinisial N, saat ditemui di sekolah, Rabu (6/5/2026). N mengatakan, sehari setelah aksi siswa itu ketahuan, pihak sekolah memanggil orang tuanya.
Dalam pertemuan itu, pihak orang tua siswa pengedit foto cabul itu meminta supaya anaknya dikembalikan kepada mereka alias keluar dari sekolah. Saat ini, murid itu sudah dikembalikan kepada orang tuanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan keinginan sendiri, ibunya minta agar anak tersebut dikembalikan ke orang tua. Iya, keluar. Jadi sekarang yang bersangkutan sudah bukan lagi siswa SMK ini," jelas N.
Permintaan tersebut disampaikan orang tua murid itu ke sekolah saat dipanggil pada Selasa (5/5) kemarin . Saat ini, pihak sekolah masih melakukan upaya pendampingan psikologis dengan melakukan trauma healing ke para korban.
"Langkah kami sekarang ini melakukan pendampingan psikologis terhadap korban, sudah kami siapkan psikolog. Kami berkomitmen menyediakan ruang aman bagi siswa-siswi kami," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, pelaku beraksi dengan cara foto belasan siswi yang diedit itu aslinya dalam pose mengenakan seragam sekolah. Kasus ini terungkap setelah seorang temannya mendapati foto siswi yang sudah diedit menjadi telanjang di ponsel milik pelaku pada Senin (4/5) lalu.
"Saat kami panggil dan klarifikasi, yang bersangkutan langsung mengakui, langsung menangis, tidak mengelak. Diedit untuk konsumsi sendiri, tidak disebarluaskan," kata N.
Pihak guru juga melakukan pemeriksaan pada ponsel milik murid itu. Dari ponsel tersebut, ditemukan banyak foto siswi yang telah diedit telanjang jumlahnya belasan.
"Perkiraan korban yang sudah speak up sekitar 17 siswi. Dugaan sementara foto-foto yang diedit itu untuk konsumsi sendiri, tidak disebar apalagi diperjualbelikan, katanya.
Menurut N, siswa yang mengedit foto-foto cabul itu dikenal pendiam di sekolah.
"Yang bersangkutan adalah Ketua OSIS di sekolah kami. Selama ini, kita kenal dia itu tertib, perilakunya sopan, pendiam," ungkap N.
"Tidak ada yang mengira saja. Itu juga yang membuat kita syok. Anaknya sopan dan dia juga punya jiwa kepemimpinan," imbuhnya.
(apu/dil)
