9 Pengganti Kantong Plastik untuk Pedagang, Solusi Kenaikan Harga!

9 Pengganti Kantong Plastik untuk Pedagang, Solusi Kenaikan Harga!

Arum Sekar Pertiwi - detikJateng
Selasa, 07 Apr 2026 10:44 WIB
Ilustrasi Kantong Plastik
Ilustrasi Kantong Plastik (Foto: Mathias Reding/Unsplash)
Solo -

Salah satu kemasan yang paling sering digunakan oleh pedagang adalah kantong plastik. Kemasan ini memang memiliki bahan yang cukup kuat, pilihan ukuran yang beragam, dan harganya terjangkau. Sayangnya, akhir-akhir ini harga kemasan plastik mengalami kenaikan drastis.

Menurut keterangan dari Reuters, perang Iran-Amerika Serikat membuat distribusi minyak dan bahan kimia pembuat plastik dan polimer terhambat. Hal ini berdampak pada kenaikan harga plastik, terutama yang bahannya berasal dari Timur Tengah.

Dikutip dari detikFinance, kenaikan harga plastik pun dirasakan di Indonesia karena masih bergantung pada bahan baku plastik impor. Kenaikan ini bahkan mencapai 50%. Sebagai contoh, harga plastik kresek yang awalnya Rp 10.000 per pak kini melonjak 50% jadi Rp 15.000.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mengatasi problem tersebut, pedagang dapat beralih ke bahan kemasan lainnya. Selain lebih murah, beberapa alternatif kemasan ini juga lebih ramah lingkungan. Simak 9 alternatif pengganti kantong plastik untuk pedagang beserta kelebihan dan kekurangannya di bawah ini!

ADVERTISEMENT

9 Pengganti Kantong Plastik untuk Pedagang

1. Bioplastik

Salah satu alternatif pengganti kantong plastik yang memiliki karakteristik paling mirip adalah bioplastik. Berdasarkan artikel bertajuk The Future of Bioplastics in Food Packaging: An Industrial Perspective oleh Ghasemlou dkk, bioplastik merujuk pada material mirip plastik yang terbuat dari bahan terbarukan. Bioplastik memiliki tampilan dan kekuatan mendekati plastik.

Meski namanya bioplastik, sebenarnya tidak semua bioplastik mudah terurai. Biasanya, bioplastik yang mudah terurai adalah yang berbahan pati (thermoplastic starch/TPS), polylactic acid (PLA), dan PBAT. Kekurangan dari bioplastik, terutama yang mudah terurai, adalah masa penyimpanannya cenderung lebih pendek daripada plastik konvensional serta harganya saat ini cenderung lebih mahal daripada plastik konvensional.

2. Kantong Kertas

Dikutip dari laman Green Business Benchmark, kantong kertas merupakan alternatif pengganti kantong plastik yang mudah terurai, dapat dipakai kembali, dan umumnya dapat didaur ulang. Ukurannya bervariasi dan harganya masih terjangkau, tergantung ketebalan dan bahan kertas yang digunakan. Oleh karena itu, bahan ini bisa menjadi salah satu alternatif wadah bagi pedagang.

Kekurangan dari kantong kertas adalah tidak tahan air sehingga hanya bisa digunakan untuk membawa benda kering. Kantong kertas yang tidak memiliki lapisan plastik juga lebih mudah robek. Selain itu, kantong kertas juga sebenarnya tidak sepenuhnya ramah lingkungan karena membutuhkan energi yang besar dalam proses produksinya.

3. Goodie Bag

Wadah alternatif pengganti kantong plastik lainnya adalah goodie bag atau tas kain. Tas ini kini mulai banyak digunakan oleh restoran dan supermarket. Bahannya juga cukup kuat dan bisa digunakan untuk membawa banyak barang. Harganya pun cukup terjangkau, tergantung ukuran dan bahannya.

Kekurangan dari alternatif plastik satu ini adalah beberapa bahannya, seperti polipropilena, sulit terurai. Agar bisa memiliki dampak lingkungan yang baik, satu goodie bag harus digunakan setidaknya puluhan kali. Penggunaan kantong ini dalam bisnis sebaiknya dibarengi dengan edukasi kepada konsumen agar menggunakannya secara berulang, tidak hanya digunakan sekali pakai.

4. Besek

Salah satu alternatif pengganti plastik yang juga menjadi kearifan lokal Indonesia adalah besek. Berdasarkan artikel bertajuk Analisis Peran Kerajinan Besek sebagai Warisan Budaya Lokal Desa Bener Purworejo oleh Arindi dkk, besek umumnya terbuat dari bambu tali (Gigantochloa apus) yang memiliki karakteristik lentur dan kuat.

Untuk membuat besek, bambu akan dipotong, lalu diiris menjadi lembaran tipis. Hasil irisan bambu kemudian dianyam hingga membentuk kotak. Kelebihan besek adalah ramah lingkungan, kuat, dan harganya masih tergolong terjangkau. Namun, besek terkadang sulit dibawa karena berbentuk kotak tanpa tali.

5. Bongsang

Selain besek, alternatif pengganti plastik lainnya yang juga terbuat dari bambu adalah bongsang. Dikutip dari laman Kementerian Pariwisata, bongsang memiliki bentuk yang mirip dengan keranjang dan memiliki lubang antar anyaman yang lebih lebar daripada besek.

Bongsang biasanya digunakan sebagai wadah tahu sumedang. Selain itu, bongsang juga kerap digunakan sebagai wadah buah, ubi, dan benda-benda serupa.

Bongsang cenderung lebih mudah dibawa daripada besek. Namun, bongsang biasanya tidak bisa digunakan untuk membawa benda-benda yang terlalu kecil. Solusinya, detikers bisa memberi alas kertas pada bongsang terlebih dahulu.

6. Daun Pisang

Daun pisang merupakan salah satu bahan pembungkus ramah lingkungan yang paling populer. Di Indonesia, daun pisang biasa digunakan sebagai pembungkus makanan, mulai dari tempe, lontong, lemper, dan sebagainya. Daun ini digemari banyak kalangan karena mudah ditemukan dan dapat memberikan aroma sedap pada makanan.

Daun pisang pun bisa dibentuk menjadi berbagai bentuk wadah, salah satunya pincuk. Wadah ini memiliki bentuk layaknya mangkuk dan dikunci dengan tusuk gigi atau potongan bambu di ujungnya.

Selain menjadi pembungkus makanan, daun pisang juga bisa menjadi pembungkus barang-barang dengan ukuran lebih besar. Dikutip dari laman Bangkok Post, penggunaan daun pisang juga diterapkan salah satu supermarket di Chiang Mai, Thailand. Cara penggunaannya adalah dengan melipat lembaran daun pisang, membungkus daun ke sekeliling sayur atau buah, lalu mengikat bagian tengahnya dengan tali yang terbuat dari bambu.

7. Daun Jati

Selain daun pisang, daun lain yang kerap menjadi pembungkus adalah daun jati. Dikutip dari laman Kementerian Pariwisata, daun jati biasa digunakan sebagai pembungkus makanan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kekurangan dari daun jati adalah ukurannya tidak terlalu besar, sehingga perlu beberapa lembar daun untuk membungkus makanan atau barang. Selain itu, detikers juga perlu memilih daun yang masih muda (berusia sekitar 2 minggu), berwarna hijau muda, dan tidak berlubang.

8. Daun Talas

Alternatif kemasan dari daun lainnya adalah talas. Penggunaannya sebagai pembungkus makanan biasa ditemukan di wilayah Sumatera.

Daun talas memiliki karakteristik yang cukup kuat sehingga bisa digunakan untuk membungkus makanan yang cukup berat. Untuk menggunakan daun ini, detikers perlu memilih daun talas yang sudah tua dengan diameter 15-20 cm.

9. Kulit Jagung

Berdasarkan artikel dari jurnal Ekobis Adimas kulit jagung atau klobot merupakan salah satu bahan kemasan yang mudah didapat, murah, dan mudah terurai. Bahan ini biasa digunakan sebagai pembungkus makanan tradisional seperti dodol dan wajik. Kekurangan dari kulit jagung adalah ukurannya yang kecil dan perlu diolah terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai pembungkus.

Nah, itu dia 9 alternatif pengganti kantong plastik untuk pedagang. Pilihan bahan di atas dapat dipertimbangkan untuk mengganti plastik yang harganya sedang naik drastis. Semoga membantu!

Artikel ini ditulis oleh Arum Sekar Pertiwi peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom




(num/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads