Nasib tragis menimpa seorang nenek inisial SS (62), warga Desa Sukorejo, Kecamatan Wonosari, Klaten. Korban meninggal dunia di depan warung kawasan Duwet, setelah diduga kelelahan karena mendorong sepeda motor yang kehabisan bahan bakar sekitar 100 meter.
"Dari pemeriksaan puskesmas tidak ada tanda mencurigakan. Punya riwayat sakit jantung dan diduga kelelahan saat mendorong sepeda motor," terang Kapolsek Wonosari, AKP Aleg Ipanudin, saat dihubungi detikJateng, Kamis (12/3/2026).
Dijelaskan Aleg, begitu mendapat informasi kejadian orang meninggal, jajarannya meluncur ke lokasi. Dari keterangan saksi, korban sempat mengantar cucunya sekolah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi hendak mengantar cucunya sekolah di wilayah Desa Bolali. Sepeda motor kehabisan BBM," lanjut Aleg.
Melihat korban mendorong motor, warga sekitar disebut sempat menolong dengan mendorong Suzuki Smash Titan bernomor polisi AD 4694 LA tersebut. Namun, sesampainya di warung penjual BBM, korban lemas.
"Sampai depan warung jual bensin, korban lemas dan jatuh. Oleh warga ditolong dibawa ke puskesmas tetapi dinyatakan meninggal dunia," ujar Aleg.
"Informasinya memang memiliki riwayat sakit jantung. Keluarga sudah menerima dan diserahkan untuk dimakamkan," imbuhnya.
Salah satu warga, Yoyok, mengungkapkan kejadian sekitar pukul 08.00 WIB. Korban mendadak jatuh di depan warung.
"Korban tiba-tiba jatuh di depan warung, tadi sama cucunya sekolah TK. Dibawa ke puskesmas oleh warga," katanya kepada detikJateng.
"Sebelumnya motornya kehabisan bensin lalu sempat didorong warga sampai warung di Poko, Desa Duwet," imbuh Yoyok.
Sedangkan, menurut Sekdes Duwet, Rahmat korban hendak membeli BBM di depan warung. Namun, belum sempat dilayani.
"Mau beli bensin masih di depan toko dan belum dilayani lalu lemas ambruk. Tadi sendiri, mungkin cucunya sudah diantar," katanya.
(apu/ams)











































