4 Amalan Malam Nuzulul Quran 17 Ramadan 2026 yang Penuh Keistimewaan

4 Amalan Malam Nuzulul Quran 17 Ramadan 2026 yang Penuh Keistimewaan

Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy - detikJateng
Jumat, 06 Mar 2026 15:06 WIB
Ilustrasi Amalan Malam Nuzulul Quran
Ilustrasi Amalan Malam Nuzulul Quran (Foto: Aldi Nasrun/Unsplash)
Solo -

Bulan Ramadan merupakan bulan yang sangat dimuliakan dalam Islam. Pada bulan inilah umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, memperdalam keimanan, serta meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT. Salah satu peristiwa penting yang terjadi di bulan Ramadan adalah malam Nuzulul Quran, yaitu malam turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW.

Peristiwa Nuzulul Quran selalu diperingati setiap tanggal 17 Ramadan. Malam ini dipandang sebagai momen yang sangat istimewa karena menjadi awal diturunkannya Al-Quran sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia. Oleh sebab itu, banyak umat Muslim yang memanfaatkan malam tersebut untuk meningkatkan amal ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Selain memiliki nilai sejarah yang sangat penting dalam perkembangan Islam, malam Nuzulul Quran juga diyakini penuh dengan keberkahan. Umat Islam dianjurkan untuk mengisi malam tersebut dengan berbagai amalan baik seperti membaca Al-Quran, berdzikir, berdoa, serta melaksanakan ibadah sunnah lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa itu Malam Nuzulul Quran?

Menurut laman Majelis Ulama Indonesia, Nuzulul Quran merupakan peristiwa turunnya wahyu pertama dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW berupa kitab suci Al-Quran. Peristiwa ini menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam karena menandai dimulainya penyampaian wahyu kepada Rasulullah SAW sebagai pedoman hidup umat manusia.

ADVERTISEMENT

Laman Kementerian Agama menjelaskan bahwa Nuzulul Quran diperingati setiap tanggal 17 Ramadan. Wahyu pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW ketika beliau sedang menyendiri di Gua Hira. Saat itu Malaikat Jibril menyampaikan lima ayat pertama dari Surah Al-Alaq sebagai awal dari turunnya Al-Quran.

Menurut keterangan di situs resmi Universitas Muhammadiyah Jakarta, turunnya Al-Quran terjadi melalui dua tahap. Pertama, Al-Quran diturunkan dari Lauh Mahfudz ke Baitul Izzah di langit dunia. Kedua, wahyu tersebut kemudian diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW selama kurang lebih 23 tahun.

Proses turunnya Al-Quran ini berlangsung dalam dua periode, yaitu periode Makkiyah dan Madaniyah. Ayat-ayat Makkiyah diturunkan selama sekitar sembilan tahun ketika Nabi Muhammad SAW berada di Makkah, sedangkan ayat-ayat Madaniyah diturunkan selama kurang lebih sepuluh tahun setelah hijrah ke Madinah.

Amalan Malam Nuzulul Quran

Pada malam Nuzulul Quran, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak berbagai amalan ibadah. Dirangkum dari laman Majelis Ulama Indonesia dan NU Online, terdapat beberapa amalan yang dapat dilakukan untuk mengisi malam penuh keberkahan tersebut, meliputi:

1. Memperbanyak Membaca Al-Quran

Membaca Al-Quran menjadi amalan utama yang sangat dianjurkan pada malam Nuzulul Quran. Hal ini sesuai dengan makna Nuzulul Quran itu sendiri sebagai peristiwa turunnya Al-Quran. Dengan memperbanyak membaca Al-Quran, umat Muslim dapat mengambil hikmah dan petunjuk yang terkandung di dalamnya.

Rasulullah SAW bersabda:

Ω‚ΩŽΨ§Ω„ΩŽ Ψ±ΩŽΨ³ΩΩˆΩ„Ω اللهِ Ψ΅ΩŽΩ„ΩŽΩ‘Ω‰ اللهُ ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ’Ω‡Ω ΩˆΩŽΨ³ΩŽΩ„ΩŽΩ‘Ω…ΩŽ: Ψ£ΩŽΩΩ’ΨΆΩŽΩ„Ω عِبَادَةِ Ψ£ΩΩ…ΩŽΩ‘Ψͺِي Ω‚ΩΨ±ΩŽΨ§Ψ‘ΩŽΨ©Ω الْقُرْؒنِ

Artinya: "Ibadah yang paling utama bagi umatku adalah membaca Al-Quran."

Dalam kitab Al-Adzkar, Imam Nawawi juga menjelaskan bahwa pada malam turunnya Al-Quran, Malaikat Jibril datang kepada Nabi Muhammad SAW dan memerintahkan beliau membaca Al-Quran dengan berbagai macam bacaannya serta menjelaskan hukum-hukum syariat Islam.

2. Memperbanyak Dzikir

Amalan lain yang dianjurkan adalah memperbanyak dzikir kepada Allah SWT. Dzikir merupakan bentuk pengingat dan pengagungan kepada Allah yang dapat dilakukan kapan saja, termasuk pada malam Nuzulul Quran.

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran:

Ψ§ΩΩ†Ω‘ΩŽ Ψ§Ω„Ψ΅Ω‘ΩŽΩ„Ω°ΩˆΨ©ΩŽ ΨͺΩŽΩ†Ω’Ω‡Ω°Ω‰ ΨΉΩŽΩ†Ω Ψ§Ω„Ω’ΩΩŽΨ­Ω’Ψ΄ΩŽΨ§Ϋ€Ψ‘Ω ΩˆΩŽΨ§Ω„Ω’Ω…ΩΩ†Ω’ΩƒΩŽΨ±ΩΫ— ΩˆΩŽΩ„ΩŽΨ°ΩΩƒΩ’Ψ±Ω اللّٰهِ Ψ§ΩŽΩƒΩ’Ψ¨ΩŽΨ±ΩΫ— ΩˆΩŽΨ§Ω„Ω„Ω‘Ω°Ω‡Ω ΩŠΩŽΨΉΩ’Ω„ΩŽΩ…Ω Ω…ΩŽΨ§ ΨͺΩŽΨ΅Ω’Ω†ΩŽΨΉΩΩˆΩ’Ω†ΩŽ

Artinya: "Sungguh, mengingat Allah (dzikrullah) itu lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS Al-Ankabut: 45)

3. Mendirikan Sholat Malam

Sholat malam juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan pada malam Nuzulul Quran. Sholat ini memiliki keutamaan besar karena dilakukan secara khusyuk pada waktu yang penuh ketenangan.

Dalam hadis riwayat Ath-Thabrani disebutkan:

جَاَؑ Ψ¬ΩΨ¨Ω’Ψ±ΩΩŠΩ„Ω ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ’Ω‡Ω Ψ§Ω„Ψ³ΩŽΩ‘Ω„ΩŽΨ§Ω…Ω Ψ₯ΩΩ„ΩŽΩ‰ Ψ§Ω„Ω†ΩŽΩ‘Ψ¨ΩΩŠΩΩ‘ -Ψ΅ΩŽΩ„ΩŽΩ‘Ω‰ اللهُ ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ’Ω‡Ω ΩˆΩŽΨ³ΩŽΩ„ΩŽΩ‘Ω…ΩŽ-، ΩΩŽΩ‚ΩŽΨ§Ω„ΩŽ: يَا Ω…ΩΨ­ΩŽΩ…ΩŽΩ‘Ψ―ΩΨŒ عِشْ Ω…ΩŽΨ§ شِئْΨͺَ فَΨ₯ΩΩ†ΩŽΩ‘ΩƒΩŽ Ω…ΩŽΩŠΩΩ‘Ψͺٌ، ΩˆΩŽΨ£ΩŽΨ­Ω’Ψ¨ΩΨ¨Ω’ Ω…ΩŽΩ†Ω’ Ψ£ΩŽΨ­Ω’Ψ¨ΩŽΨ¨Ω’Ψͺَ فَΨ₯ΩΩ†ΩŽΩ‘ΩƒΩŽ Ω…ΩŽΩΩŽΨ§Ψ±ΩΩ‚ΩΩ‡ΩΨŒ ΩˆΩŽΨ§ΨΉΩ’Ω…ΩŽΩ„Ω’ Ω…ΩŽΨ§ شِئْΨͺَ فَΨ₯ΩΩ†ΩŽΩ‘ΩƒΩŽ Ω…ΩŽΨ¬Ω’Ψ²ΩΩŠΩŒΩ‘ Ψ¨ΩΩ‡ΩΨŒ Ψ«ΩΩ…ΩŽΩ‘ Ω‚ΩŽΨ§Ω„ΩŽ: يَا Ω…ΩΨ­ΩŽΩ…ΩŽΩ‘Ψ―Ω شَرَفُ الْمُ؀ْمِنِ Ω‚ΩΩŠΩŽΨ§Ω…Ω Ψ§Ω„Ω„ΩŽΩ‘ΩŠΩ’Ω„Ω ΩˆΩŽΨΉΩΨ²ΩΩ‘Ω‡Ω Ψ§Ψ³Ω’ΨͺΩΨΊΩ’Ω†ΩŽΨ§Ψ€ΩΩ‡Ω ΨΉΩŽΩ†Ω Ψ§Ω„Ω†ΩŽΩ‘Ψ§Ψ³Ω

Artinya: "Jibril AS datang menemui Nabi SAW Lalu berkata (kepada beliau): 'Wahai Muhammad, hiduplah sekehendakmu (namun ingatlah) selanjutnya engkau benar-benar akan mati. Cintailah siapa saja yang engkau cintai (namun ingatlah) selanjutnya engkau benar-benar akan berpisah dengannya. Dan berbuatlah sekehendakmu (namun ingatlah) selanjutnya benar-benar engkau akan menerima balasan dari apa yang engkau perbuat', Lalu dia berkata lagi: 'Wahai Muhammad, kemuliaan seorang mukmin terletak pada sholat malam. Kehormatannya terletak pada tidak butuhnya ia kepada manusia.'"

4. Melakukan I'tikaf

I'tikaf juga menjadi amalan yang dianjurkan pada malam Nuzulul Quran. I'tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai ibadah seperti membaca Al-Quran, berdzikir, berdoa, serta melaksanakan sholat sunnah.

Adapun niat i'tikaf sebagai berikut:

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ£ΩŽΩ†Ω’ Ψ£ΩŽΨΉΩ’ΨͺΩŽΩƒΩΩΩŽ فِي Ω‡ΩŽΨ°ΩŽΨ§ Ψ§Ω„Ω’Ω…ΩŽΨ³Ω’Ψ¬ΩΨ―Ω للهِ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Artinya: "Aku berniat i'tikaf di masjid ini karena Allah."

Keistimewaan Malam Nuzulul Quran

Malam Nuzulul Quran memiliki berbagai keistimewaan bagi umat Islam. Salah satunya adalah sebagai malam turunnya Al-Quran yang menjadi pedoman hidup bagi manusia. Dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 185 disebutkan bahwa bulan Ramadan merupakan bulan diturunkannya Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan pembeda antara yang benar dan yang batil.

Selain itu, menurut penjelasan dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Al-Quran merupakan kitab suci terakhir yang diturunkan oleh Allah SWT dan menjadi penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya seperti Taurat, Zabur, dan Injil. Kehadiran Al-Quran memberikan petunjuk, nasihat, serta solusi atas berbagai persoalan kehidupan manusia.

Laman Kementerian Agama juga menjelaskan bahwa memperingati Nuzulul Quran menjadi sarana bagi umat Islam untuk menghayati serta mengamalkan ajaran Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. Melalui peringatan tersebut, umat Islam diharapkan semakin dekat dengan Al-Quran dan menjadikannya sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.

Malam Nuzulul Quran juga diyakini sebagai malam yang penuh keberkahan. Banyak ulama yang mengaitkannya dengan malam Lailatul Qadar yang memiliki kemuliaan setara dengan ibadah selama seribu bulan. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan malam tersebut dengan memperbanyak ibadah dan amal kebaikan.

Dengan memahami makna dan keutamaan malam Nuzulul Quran, umat Islam diharapkan dapat memanfaatkan momen istimewa ini untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Melalui amalan seperti membaca Al-Quran, berdzikir, melaksanakan shalat malam, hingga melakukan i'tikaf, malam Nuzulul Quran dapat menjadi kesempatan berharga untuk meraih keberkahan, ampunan, serta pahala yang berlipat ganda. Oleh karena itu, menghidupkan malam 17 Ramadan dengan berbagai ibadah menjadi salah satu cara terbaik untuk mensyukuri turunnya Al-Quran sebagai petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia.

Artikel ini ditulis oleh Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.



(num/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads