Viral Grup Drumband Joget di Wisuda Madin Demak, Panitia: Naik Tanpa Izin

Viral Grup Drumband Joget di Wisuda Madin Demak, Panitia: Naik Tanpa Izin

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Rabu, 11 Feb 2026 22:20 WIB
Panitia wisuda madin di Demak minta maaf buntut gaduh penari wanita berbusana ketat. Dia menyebut grup itu naik panggung tanpa izin.
Ilustrasi Viral. Foto: Shutterstock
Demak -

Viral di media sosial penampilan sebuah grup drumband berjoget dengan celana panjang ketat dan rok pendek di atas sebuah panggung wisuda madrasah diniyah (madin). Begini penjelasan dari panitia.

Video viral itu terjadi di panggung haflah akhirussanah atau wisuda sebuah madin di Bakung, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak. Ketua Panitia, Ghozali mengatakan acara tersebut digelar pekan lalu.

"Kejadiannya Minggu, 1 Februari," kata Ghozali saat dimintai konfirmasi melalui sambungan telepon kepada detikJateng, Rabu (11/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ghozali menjelaskan, pada hari itu digelar rangkaian acara wisuda bagi santri madin. Berbagai agenda digelar sejak pagi hingga malam hari.

"Jadi memang itu dari pagi yang karnaval kemudian hafalan kitab-kitab dan seterusnya dan seterusnya sampai malam pengajian umum. Niku itu satu rangkaian haflah akhirussanah," terang Ghozali.

ADVERTISEMENT

Menurut Ghozali, penampilan drumband di atas panggung itu terjadi usai karnaval keliling kampung selesai dan tanpa izin dari panitia. Saat itu panitia sedang menjamu tamu di tempat lain.

"Karnaval selesai itu finish di halaman madrasah. Nah, sampai di halaman madrasah kita panitia itu kan menyambut tokoh bapak-bapak yang ikut tadi kan untuk kita ajak singgah kita transit sekedar minum-minum ngopi-ngopi di sana," tutur Ghozali.

"Kemudian yang drumband itu nambah berapa lagu. Karena di halaman itu kan penuh dengan pengunjung, penonton dari ibu-ibu dan lain sebagainya itu kan di halaman penuh, mungkin karena itu, inisiatif dari drumband itu naik ke panggung tanpa tanpa izin panitia," sambungnya.

Ghozali menuturkan, setelah menjamu tamu di ruang transit, panitia yang mengetahui kelompok drumband tersebut tampil di atas panggung kemudian meminta mereka untuk turun.

"Setelah kita mengondisikan di transit itu selesai, saya ke tempat itu halaman acara. Ternyata dia itu penarinya naik ke panggung kemudian sudah sudah kita ingatkan, akhirnya turun," jelas Ghozali.

Ghozali menyampaikan grup drumband tersebut bukan berasal dari santrinya, melainkan dari pihak luar. Ia juga mengaku baru pertama kali memanggil kelompok drumband ini.

"Kita sudah membatasi dengan cukup selektif lah sebetulnya. Cuman kita enggak tahu, karena baru pertama juga menghadirkan drum band yang itu. Kita belum tahu modelnya seperti apa," ujar Ghozali.

Terkait video yang viral menuai kritik dari warganet, Ghozali menerangkan ada kesalahpahaman karena pengambilan video dilakukan dari bawah sehingga tampak kurang senonoh.

"Panggungnya itu kan tingginya 1 meter, sedangkan drum band itu kan ya pada umumnya memang rata-rata sekarang kan seperti itu. Paling pakai roknya itu kan di atas di atas dengkul lah saya kira-kira. Nah, itu kebetulan ambilnya gambar itu dari bawah," kata Ghozali.

Ghozali menyebut tidak mengetahui siapa perekam video itu. Pihaknya juga tidak memiliki seksi dokumentasi acara.

"Yang ngambil gambar dari bawah itu tanpa izin panitia, juga mereka dari dari orang-orang enggak tahulah siapa yang ngambil," ujar Ghozali.

"Kemudian itu panitia kita memang nggak ada anggaran dokumentasi dan tidak memanggil bagian dokumentasi nggak ada. Itu jadi orang-orang liar semua enggak ada dari kita dari panitia nggak ada, imbuhnya.

Ghozali meminta maaf karena video tersebut memicu kegaduhan di media sosial. Pihaknya juga telah melakukan klarifikasi ke Kemenag Kabupaten Demak.

"Saya atas nama panitia mohon maaf sekali kepada semua lapisan masyarakat, para tokoh yang karena ini bukan rencana kami, itu di luar di luar kendali kami dan itu tidak tidak kami sengaja," tutur Ghozali.

Kami tadi juga sudah klarifikasi kepada Kemenag Kabupaten Demak karena kita diminta klarifikasi, sudah saya terangkan kronologinya seperti itu," pungkasnya.




(afn/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads