Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin, menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pascabanjir bandang yang melanda kawasan lereng gunung Slamet. Ia berharap lima kabupaten di sekitar gunung Slamet bersurat ke pemerintah pusat untuk menguatkan hutan lindung di sana.
Untuk diketahui, banjir tersebut terjadi secara bersamaan di sejumlah wilayah, mulai dari Kabupaten Pemalang, Purbalingga, sebagian Tegal, hingga Kabupaten Brebes. Gus Yasin menyebut, selain aspek keselamatan, kondisi psikologis warga juga menjadi perhatian serius pemerintah. Banyak masyarakat yang masih mengalami trauma, sehingga mudah panik ketika ada pemicu kecil seperti hujan deras atau suara air.
"Yang paling utama tentu keselamatan masyarakat. Yang kedua, mereka masih trauma. Ketika ada pemantik sedikit saja, mereka sudah meluap-luap. Ini yang harus kita redakan dulu, kita pikirkan kesehatannya, mentalnya, trauma healing-nya," kata Gus Yasin pada detikJateng, di lokasi pengungsian Kecamatan Pulosari, Minggu malam (25/01).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Gus Yasin, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi lingkungan di kawasan hulu. Salah satunya dengan kembali mengusulkan penguatan hutan lindung kepada pemerintah pusat.
Dia berharap lima daerah di sekitar gunung Slamet berkirim surat terkait penguatan hutan lindung tersebut ke pemerintah pusat. Lima daerah itu adalah Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes.
"Ini momen yang pas untuk menyatukan lima kabupaten di lereng Gunung Slamet agar bersama-sama mengirimkan usulan ke pusat, supaya hutan lindung benar-benar kita kuatkan," ujarnya.
Gus Yasin juga sempat melakukan pengecekan langsung di Dusun Sawangan, lokasi terparah banjir bandang Pemalang. Dari pantauannya, Gus Yasin menjelaskan, terdapat pohon-pohon yang terbawa banjir dengan kondisi akar masih segar, menandakan pohon tersebut tergerus langsung oleh banjir bandang. Selain itu, ditemukan pula material kayu lama yang diduga berasal dari sisa kebakaran hutan besar pada tahun 2017 yang belum sepenuhnya dibersihkan.
"Tidak menutup kemungkinan juga ada alih fungsi lahan. Ini yang harus kita petakan dalam waktu dekat. Namun saat ini kondisi masih mendung dan gelap, sehingga belum memungkinkan penggunaan drone atau pengawasan udara," jelasnya.
Saat ditanya mengenai tingkat kerusakan hutan, Gus Yasin menegaskan bahwa kondisi tersebut masih dalam tahap kajian. Ia menyebut, pemerintah provinsi sudah beberapa bulan terakhir intens mengusulkan perlindungan hutan lindung, termasuk kawasan pertanian di bawahnya.
"Bukan hanya hutan lindung, tapi juga hutan pertanian di bawahnya. Ini tidak bisa dikerjakan sembarangan, harus dianalisis. Material banjir juga banyak pasir, artinya tanahnya lembut dan rawan," katanya.
Gus Yasin mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat intensitas hujan masih tinggi. Ia mengaku hujan deras sudah terjadi tanpa henti sejak Kamis, bahkan sepanjang hari pada Jumat.
"Kondisi ini mengkhawatirkan. Banjir juga terjadi hampir bersamaan di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Ini sudah darurat," tegasnya.
Sebagai bentuk ikhtiar batin, Gus Yasin juga mengajak tokoh-tokoh agama untuk bersama-sama mendoakan keselamatan bangsa. Ia mengimbau umat Islam melaksanakan doa dan salat dengan qunut nazilah.
"Saya sudah menyampaikan kepada para kiai untuk mengajak qunut nazilah, agar kita bersama-sama memohon keselamatan masyarakat Indonesia," pungkasnya.
Gus Yasin dalam kunjunganya menyapa para korban banjir di Kecamatan Pulosari dan bertemu dengan Sulastri, yang suaminya ditemukan meninggal, akibat terseret arus banjir.
(alg/alg)











































