Terjang Banjir di Jalan Jogja-Solo Klaten, Sejumlah Motor Mogok

Terjang Banjir di Jalan Jogja-Solo Klaten, Sejumlah Motor Mogok

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Senin, 12 Jan 2026 18:37 WIB
Genangan air di jalan Jogja-Solo, Delanggu, Klaten, Senin (12/1/2026) sore.
Genangan air di jalan Jogja-Solo, Delanggu, Klaten, Senin (12/1/2026) sore. Foto: Achmad Husain Syauqi/ detikJateng
Klaten -

Hujan deras di Kabupaten Klaten sejak siang tadi menyebabkan genangan air di tiga titik ruas jalan Jogja-Solo. Sejumlah sepeda motor pun mogok setelah nekat menerjang genangan.

Pantauan detikJateng dari pukul 16.30 WIB sampai 17.30 WIB tadi, ada tiga titik yang terendam. Titik jalan yang tergenang air seluruhnya di jalur dari Klaten arah ke Solo.

Di ruas jalan wilayah Desa Klepu, Kecamatan Ceper, air meluber dari saluran tepi jalan. Ketinggian air berkisar 10-70 sentimeter. Kendaraan yang melintas pun mengurangi kecepatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Genangan air di jalan Jogja-Solo, Delanggu, Klaten, Senin (12/1/2026) sore.Genangan air di jalan Jogja-Solo, Delanggu, Klaten, Senin (12/1/2026) sore. Foto: Achmad Husain Syauqi/ detikJateng

Relawan dan warga di lokasi juga memberi isyarat agar kendaraan tidak terlalu menepi ke kiri jalan yang genangannya lebih tinggi. Air juga masuk ke kampung dan rumah di tepi jalan.

Di timur Exit Tol Kuncen, Kecamatan Ceper, kondisinya juga sama. Air dari saluran persawahan yang lebih tinggi meluap ke jalan raya. Air dari saluran dan sawah juga meluap di ruas Desa Karang, Kecamatan Delanggu. Beberapa motor mogok akibat tingginya genangan air.

ADVERTISEMENT

"Air mulai naik sekitar pukul 16.30 WIB tadi setelah hujan mulai reda, hujan sejak siang. Ini saluran tidak muat ditambah sampah," kata Prayoga, relawan yang mengatur jalan di Kecamatan Ceper kepada detikJateng, Senin (12/1/2026) sore.

Prayoga mengatakan, air masuk ke jalan raya di Ceper sudah sering terjadi.

"Sudah dua kali ini, tapi yang ini cukup besar. Air dari sawah paling banyak, saluran di tepi jalan ini, tadi ada dua motor mogok," sebut Prayoga.

Warga Delanggu, Yono, mengatakan air baru masuk ke jalan setelah hujan reda.

"Air dari sawah yang banyak, yang dari jalan tidak seberapa. Masalahnya sawahnya sejajar dengan jalan atau malah lebih rendah jalannya," kata Yono kepada detikJateng.

Penilik Jalan PPK 3,4 Jawa Tengah, Fajar Suryanto menyatakan pihaknya sudah mengecek lokasi.

"(Penyebab genangan) Air dari sawah dan salurannya tidak muat. Padahal setiap saat kita bersihkan yang jadi kewenangan kita, coba besok kita koordinasikan dengan Pemdes untuk saluran sawahnya," kata Fajar kepada detikJateng.



(dil/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads