Khawatir tertimpa pohon randu alas tua yang sudah mengering, sejumlah warga di Dusun Setono, Desa Segaran, Kecamatan Delanggu, Klaten, terpaksa mengungsi tiap hujan maupun angin kencang. Pohon lapuk setinggi 100 meter itu diyakini berumur sekitar 300 tahun.
"Kondisi pohon sudah kering semua. Kemarin dahannya patah menimpa dapur, kamar mandi, dan tempat usaha pande besi saya," kata Suratno (65) warga Dusun Setono kepada detikJateng di lokasi, Rabu (7/12/2022).
Rumah Suratno tertimpa patahan dahan itu pada tengah malam sekitar 20 hari lalu. "Jatuhnya pukul 24.00 WIB. Ada tiga rumah yang terancam, rumah Kasino, rumah saya, dan rumah Tuginem," kata Suratno.
Suratno sudah melapor ke pemerintah desa. Namun, pohon itu belum ditebang karena lokasinya sulit diakses. "Katanya kerepotan yang membawa alat. Inginnya kita dahan dirapikan. Utara pohon itu sungai," imbuh Suratno.
Istri Suratno, Prihatin mengatakan malam itu tak ada hujan ataupun angin saat dahan pohon tua tersebut patah menimpa rumahnya. Sejak itu, tiap turun hujan warga penghuni tiga rumah di dekat pohon tersebut memilih mengungsi.
"Kalau ada angin kita di musala, kalau hujan mengungsi (ke rumah saudara terdekat). Ya setelah begini, (sejak pohon itu) mengering," kata Prihatin.
Warga lain, Kasino Raharjo menyatakan sudah sekitar sebulan sejumlah warga mengungsi ke rumah kerabat.
"Warga di bawahnya takut kalau kejatuhan. Warga ingin dirapikan, kalau ditebang ya jangan," kata Kasino.
Kades Segaran, Budi Raharja menyatakan pihaknya sudah melapor ke BPBD Pemkab Klaten.
"Dari BPBD sudah ke sini, sudah mengecek lokasi sampai gotong royong. Bahkan saya sudah telepon langsung Kalak BPBD dan sekretaris BPBD, yang penting sudah kita laporkan," ujar Budi.
Kabid Kedaruratan dan logistik BPBD Pemkab Klaten, Rujedi mengatakan timnya sudah mengecek lokasi.
Simak lebih lengkap di halaman berikutnya....
Simak Video "Video: Kecelakaan Karambol di Tol Gayamsari Semarang, 8 Orang Terluka"
(dil/sip)