Dari niatnya coba-coba ternyata Arief (33) malah serius menjalani pekerjaan sebagai driver GrabCar di Surabaya. Dia sebelumnya bekerja sebagai supervisor di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Kenapa ya?

Menurut Arief, dia percaya bahwa Grab memiliki prospek pekerjaan yang baik di masa depan. Oleh karena itu ia pun yakin dengan keputusannya dan mengajukan pengunduran diri sebagai supervisor SPBU.


"Agak ke sininya lihat prospeknya GrabCar ini bagus selama kita taati sistem yang sudah ditentukan Grab. Akhirnya saya keluar SPBU per bulan 11 tahun 2018," ungkapnya saat ditemui di Surabaya, Rabu (26/3/2019) lalu.

Selain karena punya prospek masa depan, dia juga tertarik dengan keakraban dari para pengemudi Grab dan kehalalan pekerjaannya.

"Alasan pertama saya lihat itu ada persaudaraan dan kerja yang halal, betul-betul kerja yang halal. Dan di Grab ini bisa juga melakukan kecurangan tapi akhirnya sistem bisa juga membaca kita dan akhirnya kita di-suspend. Di Grab ini memang dibutuhkan kerja yang halal," ucap dia.


Lantas apa bedanya bekerja di SPBU dengan menjadi driver GrabCar?

"Kalau di SPBU itu kan hanya melayani pengisian BBM saja. Kalau di GrabCar ini kan kita melayani penumpang dengan pelayanan yang nyaman, aman dan selamat.
Kalau di SPBU itu pelayanan itu takaran dan salam, kalau kita kan mengantar penumpang kan nyawa," pungkas dia.

Sebagai informasi, pria bernama lengkap Arief Rudianto (33) ini merupakan salah satu driver GrabCar top di Surabaya karena punya penilaian performance dan attitude yang baik di komunitasnya.