Bandung, 6 Juli 2026 - Nama Erling Haaland kembali menjadi perbincangan dunia usai membawa Norwegia menyingkirkan Brasil di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Tak hanya tampil gemilang dengan mencetak dua gol, striker Manchester City itu juga sukses menghebohkan media sosial lewat unggahan sederhana bertuliskan "Well well well".
Caption singkat tersebut langsung viral di platform X (Twitter) dan Instagram. Dalam waktu singkat, unggahan Haaland dibanjiri jutaan tanda suka (like), ratusan ribu komentar, serta dibagikan berkali-kali oleh pengguna media sosial dari berbagai negara.
Banyak warganet menganggap tiga kata tersebut sebagai sindiran halus setelah Norwegia secara mengejutkan menyingkirkan Brasil yang berstatus lima kali juara dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Unggahan Haaland Viral Usai Norwegia Singkirkan Brasil
Sesaat setelah peluit panjang pertandingan dibunyikan, Haaland mengunggah foto selebrasi kemenangan Norwegia dengan caption singkat:
"Well well well."
Unggahan tersebut langsung menjadi trending dan ramai diperbincangkan. Ribuan komentar berdatangan, mulai dari pujian terhadap performa Haaland hingga candaan yang menyindir kegagalan Brasil melangkah ke perempat final.
Beberapa komentar yang mencuri perhatian di antaranya:
"Pemain yang luar biasa!🤯Selamat, Big Man!⚽️⚽️🤖," ujar Luis Suarez di akun X.
"Kamu adalah salah satu striker terbaik di dunia. Salut untukmu atas caramu membawa Norwegia meraih kemenangan dan mempermalukan Gabriel dari Arsenal," kata @QUEENOFDBLUES1.
"Monster, Kamu tidak mencari gol, tapi gol selalu menemukanmu. Meksiko selanjutnya," ucap
@edu_smileaddict.
"Pemain Viking terhebat dalam sejarah sepak bola Norwegia. Penampilan dunia pertama, 7 gol, penanda sejarah," puji @Prosper853356.
"Kau pantas mendapatkannya, Brasil bermain buruk dan siapa yang menyuruh Ancelotti untuk tidak memiliki rencana anti-Haaland?" ujar @CR7Madridx.
Tak sedikit pula yang menyebut caption tersebut sebagai bentuk kepercayaan diri Haaland setelah berhasil menjungkalkan salah satu favorit juara.
Haaland Jadi Mimpi Buruk Brasil
Di atas lapangan, Haaland memang menjadi pembeda. Penyerang berusia 25 tahun itu mencetak dua gol yang membawa Norwegia menang 2-1 atas Brasil pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Gol pertama tercipta melalui sundulan keras pada menit ke-79 setelah memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan. Sementara gol keduanya lahir pada menit ke-90 lewat penyelesaian klinis yang memastikan kemenangan Norwegia.
Brasil hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui eksekusi penalti Neymar pada masa injury time sehingga skor berakhir 2-1.
Haaland: Saya Hanya Butuh Satu atau Dua Peluang
Usai pertandingan, Haaland mengaku tidak membutuhkan banyak kesempatan untuk mencetak gol.
"Saya hanya butuh satu atau dua peluang untuk mencetak gol," ujar Haaland usai pertandingan.
Ketajaman tersebut kembali membuktikan statusnya sebagai salah satu striker paling berbahaya di dunia saat ini.
Koleksi Gol Haaland Terus Bertambah
Dwigol ke gawang Brasil membuat Haaland semakin kokoh di jajaran pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026.
Selain mengantar Norwegia mencetak sejarah lolos ke babak perempat final untuk pertama kalinya, performa impresif Haaland juga semakin mengukuhkan namanya sebagai kandidat kuat peraih Sepatu Emas turnamen.
Sepanjang Piala Dunia 2026, striker Manchester City itu tampil konsisten dan menjadi tumpuan utama lini serang Norwegia.
Norwegia Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026
Keberhasilan menyingkirkan Brasil menjadi salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.
Menurut laporan Reuters, kemenangan tersebut disambut meriah oleh masyarakat Norwegia. Ribuan suporter turun ke jalan untuk merayakan pencapaian bersejarah tim nasional mereka yang sukses melangkah ke babak delapan besar.
Kini, Norwegia akan menghadapi pemenang laga Meksiko kontra Inggris pada babak perempat final dengan modal kepercayaan diri yang sedang tinggi.
Sementara itu, Brasil harus mengakhiri perjalanan lebih cepat. Kekalahan ini menjadi kegagalan terbesar Selecao di Piala Dunia dalam beberapa edisi terakhir dan memicu banyak kritik terhadap performa tim asuhan Carlo Ancelotti.
