Kisah Wanita di Kuningan Carikan Istri Kedua untuk Suami

Kisah Wanita di Kuningan Carikan Istri Kedua untuk Suami

Fahmi Labibinajib - detikJabar
Senin, 08 Jun 2026 07:00 WIB
Pasang Cincin on Javanese Wedding. Traditional Javanese Groom Puts a Ring On The Bride
Ilustrasi pengantin. (Foto: Getty Images/iStockphoto/ridzky setiaji)
Kunngan -

Jagat media sosial tengah dihebohkan oleh unggahan video yang menampilkan prosesi pernikahan seorang kiai di Desa Gandasoli, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan. Berbeda dengan prosesi pada umumnya, dalam rekaman tersebut tampak dua wanita mendampingi mempelai pria di atas pelaminan.

Dengan mengenakan riasan siger Sunda serta busana pengantin berwarna putih, kedua wanita tersebut tampak menunjukkan raut bahagia saat mendampingi sang suami.

Diketahui prosesi tersebut merupakan pernikahan kedua dari Pimpinan Pondok Pesantren Roudlotul Ummah Desa Gandasoli, Kiai Dede Nadif Ar-Rasyid (40). Adapun kedua wanita yang mendampinginya adalah istri pertama yang secara langsung mengawal prosesi pernikahan sang suami dengan istri kedua.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengurus Pondok Pesantren Roudlotul Ummah, Solehudin, memaparkan bahwa istri pertama, Wida (34), memang sengaja memfasilitasi pernikahan kedua suaminya tersebut meski ia telah dikaruniai enam orang anak. Bahkan, keinginan untuk mencarikan istri baru bagi suaminya telah direncanakan sejak tiga tahun silam.

"Itu rencananya sudah tiga tahun yang lalu. Awalnya ditanggapi dingin oleh suaminya. Nah, kemudian istri yang pertama itu ingin memberikan kejutan gitu dengan mencarikan istri," tutur Solehudin, Minggu (7/6/2026).

ADVERTISEMENT

Solehudin menjelaskan bahwa selama kurun waktu tiga tahun tersebut, istri pertama berupaya mencari sosok wanita yang tepat untuk dipersunting suaminya sebagai istri kedua.

"Istri pertama sudah mencari sampai ke pesantren yang di Tasik, Ciamis sampai ke Cikijing. Kan asli Cikijing istrinya pertamanya tuh. Cuman enggak dapat. Pernah juga hampir mau dipertemukan sama pimpinan pesantren. Tapi kalau nggak salah malah lagi pengabdian di luar kota. Jadi nggak dapat," tutur Solehudin.

Memasuki tahun 2026, sang istri akhirnya menemukan calon yang dinilai tepat, yakni seorang santri sekaligus alumni pondok pesantren yang diasuh suaminya. Sosok tersebut adalah Syifa Sri Wahyuni (20), warga Desa Gandasoli, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan.

"Akhirnya ditemukanlah dengan santri aja yang sudah lulus. Warga Desa Gandasoli. Itu juga salah satu putri ini jemaah pengajian di sini, usianya itu 20 tahun. Namanya Syifa Sri Wahyuni," tutur Solehudin.

Berlandaskan kedekatan dengan lingkungan pesantren, pihak keluarga akhirnya bersepakat agar Syifa menjadi istri kedua dari Kiai Dede Nadif Ar-Rasyid. Solehudin mengungkapkan, awalnya pernikahan direncanakan pada 1 Juni agar bertepatan dengan hari ulang tahun Kiai Dede. Namun, karena kendala jadwal dari pihak penyelenggara pernikahan (wedding organizer), acara diputuskan bergeser ke tanggal 6 Juni, yang secara kebetulan bertepatan dengan hari jadi pernikahan Kiai Dede dengan istri pertamanya.

"Aslinya mah mau tanggal 1 Juna kan biar bertepatan sama ulang tahun kiainya. Tapi malah WOnya penuh jadi nggak bisa, yang kosong katanya di tanggal 6. Jadi yaudah tanggal 6 bertepatan juga sama hari pernikahan pertama yang ke 16. Kan nikah pertama kalinya tahun 2010," tutur Solehudin.

Oleh karena itu, lanjut Solehudin, istri pertama menganggap pernikahan kedua suaminya sebagai kado ulang tahun sekaligus hadiah hari jadi pernikahan. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran istri pertama yang mendampingi suaminya di pelaminan pada Sabtu (6/6/2026).

"Pas di tahun inilah sang suami usianya 40 tahun dipertemukan dengan calon istri kedua. Jadi ini perempuan hadiah untuk suaminya, gitu. Pernikahannya juga tepat di hari jadi pernikahan suaminya dan istri pertama," tutur Solehudin.

Solehudin menegaskan bahwa pernikahan kedua tersebut dilaksanakan tanpa unsur paksaan, baik dari pihak istri pertama maupun istri kedua. Menurutnya, pernikahan ini bertujuan untuk memperkuat dakwah yang dijalankan oleh Kiai Dede Nadif Ar-Rasyid.

"Memang tujuannya dakwah. Jadi untuk menyamakan persepsi, ya sudah. Daripada sekarang nyari luar belum tentu sama dengan persepsi pesantren, akhirnya ada di alumni. Kan alumni kan berarti kan satu guru, satu visi. Dan memang dari si pertama juga sudah rela banget, sudah 3 tahun mencari kan untuk suaminya," pungkas Solehudin.

Dalam potongan video viral lainnya, tampak Wida didampingi Syifa duduk bersama di pelaminan. Menggunakan bahasa Sunda, Wida menyatakan telah memberikan izin sepenuhnya kepada sang suami untuk menikah kembali. Ia menegaskan bahwa pernikahan ini merupakan kado spesial bagi suami yang berulang tahun pada bulan Juni, sekaligus peringatan 16 tahun usia pernikahan mereka.

Selain itu, istri pertama berharap agar pernikahan kedua suaminya dapat menjadi wasilah bagi dirinya untuk menjadi pribadi yang lebih bertakwa dan senantiasa mendapatkan rida Allah SWT.

Halaman 2 dari 2
(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads