Sebuah inovasi menarik melalui kolaborasi eksklusif antara Hotel Indigo Bandung Dago Pakar dan Pipiltin Coco hadir lewat "Cerita Manis". kolaborasi ini menghadirkan pengalaman afternoon tea yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menyuguhkan kisah di balik kekayaan cokelat Nusantara.
Program ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman kuliner yang lebih bermakna, di mana setiap sajian tidak sekadar lezat, tetapi juga memiliki cerita dan karakter yang kuat.
Konsep Cerita Manis: Perpaduan Rasa dan Cerita
"Cerita Manis" sebuah kolaborasi yang disajikan dalam afternoon tea yang dikurasi langsung oleh Chef Tedy Kurniawan, pastry chef dari Hotel Indigo Bandung Dago Pakar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setiap menu dirancang untuk merepresentasikan kekayaan alam Indonesia melalui cita rasa cokelat dari berbagai daerah. Pipiltin Cocoa sendiri dikenal sebagai produsen cokelat lokal yang mengkurasi biji kakao dari berbagai wilayah seperti Aceh, Bali, hingga Papua.
Kolaborasi ini menjadi semakin istimewa karena tidak hanya menyajikan makanan, tetapi juga menghadirkan pengalaman emosional melalui rasa.
Acara ini digelar pada Senin, 13 April 2026, di Dagoan Lounge, Hotel Indigo Bandung Dago Pakar. Suasana sore yang sejuk setelah hujan menghadirkan nuansa berbeda. Beberapa sudut lounge telah disulap menjadi area khusus yang menampilkan sajian cokelat dengan tampilan elegan. Pengunjung dapat menikmati hidangan sambil merasakan atmosfer hangat khas Bandung yang tenang dan nyaman.
Di satu sudut tersedia berbagai jenis cokelat yang dibuat dalam ragam varian sajian. Seperti chocolate cracks, praline, cookies, chocolate bar hingga chocolate nibs. Rasanya pun bermacam-macam dengan keunikan yang khas, mulai dari originial, aneka buah, yoghurt, hingga matcha.
Cerita Manis, kolaborasi Hotel Indigo Bandung dan Pipiltin Cocoa Foto: Tya Eka Yulianti |
Menu Spesial Berbasis Cokelat Nusantara
Dalam kolaborasi ini, Chef Tedy Kurniawan menghadirkan empat menu dessert spesial yang semuanya menggunakan cokelat Pipiltin dengan karakter berbeda:
Mochaccino Layer Cake
Chocolate & Dark Chocolate Cherry Scone
Lapis Legit
Hazelnut Dessert
Setiap hidangan dibuat dari berbagai jenis cocoa pilihan yang memiliki profil rasa unik. Hal ini menjadikan setiap gigitan menghadirkan pengalaman berbeda, mulai dari rasa pahit khas cokelat Aceh hingga sentuhan fruity dari Papua.
Mocktail Unik dengan Sentuhan Cocoa
Tak hanya dessert, kolaborasi ini juga menghadirkan dua mocktail spesial berbasis cokelat, yaitu:
Java Cloud
Mocktail ini menggunakan Pipiltin House Blend Choco, sweet caramel, mint bergamot, dan half and half cream. Terinspirasi dari dessert Mont Blanc, minuman ini memiliki rasa creamy dan manis dengan tampilan berlapis menyerupai awan.
Java Cloud merepresentasikan karakter masyarakat Sunda yang "someah" atau ramah dan hangat. Perpaduan cokelat dan mint memberikan sensasi segar sekaligus membantu meningkatkan mood.
The Old Town
Mocktail ini dibuat dari milk washed Pipiltin house blend cocoa, cold brew peppermint tea, dan sweet hazelnut.
Terinspirasi dari kawasan Dayeuh Kolot di Bandung yang dikenal dengan aroma khas cokelat dari pabrik-pabrik di sekitarnya, minuman ini menghadirkan rasa yang rich, hangat, dan penuh nostalgia.
Selain menikmati sajian instimewa berbahan cocoa, Indigo juga menyiapkan kudapan lainnya yang bisa dinikmati tamu sebagai pendamping menu serba cokelat.
Cerita Manis, kolaborasi Hotel Indigo Bandung dan Pipiltin Cocoa Foto: Tya Eka Yulianti |
Chemistry di Balik Kolaborasi
Aldi Rinaldi selaku MarComm Hotel Indigo Bandung Dago Pakar mengungkapkan bahwa kolaborasi ini lahir dari kesamaan visi antara kedua brand.
"Cerita Manis ini akhirnya terjadi karena baik indigo maupun pipiltin ternyata punya benang merah yang sama yakni sama-sama punya story. dan kalau dianalogikan, staycation dan makan cokelat itu sama-sama tujuannya ingin punya cerita manis. maka akhirnya kolaborasi Cerita Manis ini pun terjadi," tutur Aldi saat membuka mini talk show di Cerita Manis.
Senada dengan itu, Co-Founder Pipiltin Cocoa, Tissa Aunilla, juga menilai kolaborasi ini terjadi secara alami karena kesamaan nilai.
Ia menegaskan bahwa Pipiltin tidak hanya menjual cokelat, tetapi juga membawa cerita dari setiap daerah asal biji kakao yang digunakan. Pipiltin Cocoa dikenal mengkurasi biji kakao dari berbagai daerah di Indonesia. Setiap daerah memiliki karakter rasa yang berbeda.
"Sama seperti kopi, coklat juga punya karakternya masing-masing. Bingung kalau ditanya cokelar mana yang paling suka, karena setiap cokelat punya finishing berbeda saat dijadikan olahan," katanya.
Cerita Manis, kolaborasi Hotel Indigo Bandung dan Pipiltin Cocoa Foto: Tya Eka Yulianti |
Sebagai contoh, cokelat dari Aceh memiliki rasa yang lebih pahit dengan sentuhan rempah, sementara cokelat dari Papua Barat cenderung lebih lembut dengan nuansa gurih dan fruity.
Keunikan inilah yang kemudian diolah menjadi berbagai menu dessert dan minuman dalam kolaborasi "Cerita Manis".
Kolaborasi antara Hotel Indigo Bandung Dago Pakar dan Pipiltin Cocoa tidak hanya menghadirkan menu spesial, tetapi juga pengalaman yang menyentuh emosi.
Pengunjung diajak untuk menikmati perjalanan rasa sekaligus memahami cerita di balik setiap sajian. Mulai dari proses pemilihan biji kakao, karakter rasa, hingga filosofi yang diangkat dalam setiap menu.
Dengan konsep yang kuat dan pengalaman yang menyeluruh, "Cerita Manis" menjadi pilihan menarik bagi wisatawan maupun pecinta kuliner yang ingin menikmati Bandung dengan cara yang berbeda.



