Minum air putih menjadi salah satu kebiasaan penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Namun, bukan berarti semakin banyak air yang diminum akan selalu semakin baik.
Asupan cairan yang berlebihan justru dapat membuat kadar natrium dalam darah turun. Kondisi ini dikenal sebagai hiponatremia dan pada kasus tertentu bisa menyebabkan sel-sel tubuh membengkak, termasuk sel pada otak.
Masalahnya, tanda tubuh terlalu banyak menerima cairan terkadang terlihat seperti keluhan biasa. Dilansir detikFood yang mengutip dari MSN, ada sejumlah tanda yang bisa muncul ketika seseorang mengalami overhidrasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Sakit Kepala
Sakit kepala memang bisa muncul karena kekurangan cairan, tetapi terlalu banyak minum air juga dapat menjadi salah satu pemicunya.
Ketika kadar natrium dalam darah terlalu rendah, sel-sel tubuh dapat menyerap lebih banyak air dan membengkak. Jika kondisi tersebut terjadi pada sel otak, tekanan di dalam tengkorak dapat meningkat dan memicu sakit kepala.
2. Urine Terlalu Bening
Warna urine juga dapat menjadi petunjuk mengenai kondisi cairan tubuh. Urine yang sangat bening sepanjang waktu justru bisa menjadi tanda seseorang terlalu banyak minum.
"Urine yang benar-benar bening merupakan tanda jelas bahwa Anda minum air berlebihan," ujar Jennifer Caudle kepada The Healthy.
Secara umum, urine yang berwarna kuning pucat hingga kuning transparan sering dianggap menunjukkan hidrasi yang cukup.
3. Terus Minum Meski Tidak Haus
Kebiasaan membawa botol air dan terus meneguknya meski tidak merasa haus juga perlu diperhatikan.
Tubuh sebenarnya memiliki mekanisme alami untuk memberi sinyal ketika membutuhkan cairan. Minum terus-menerus tanpa menyesuaikan dengan kebutuhan tubuh dapat membuat asupan air menjadi berlebihan.
4. Tangan atau Kaki Membengkak
Pembengkakan pada tangan, kaki, bibir, atau bagian tubuh tertentu juga bisa muncul ketika tubuh menahan terlalu banyak cairan.
Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan hiponatremia. Ketika kadar natrium turun, sel-sel tubuh dapat menyerap lebih banyak air sehingga mengalami pembengkakan.
5. Berat Badan Naik Mendadak
Angka timbangan yang naik dalam waktu singkat tidak selalu berarti pertambahan lemak. Penumpukan cairan juga dapat membuat berat badan meningkat secara tiba-tiba.
Kenaikan berat badan akibat kelebihan cairan biasanya dapat disertai pembengkakan pada bagian tubuh tertentu.
6. Terlalu Sering Buang Air Kecil
Tubuh akan membuang kelebihan cairan melalui urine. Karena itu, terlalu sering buang air kecil bisa terjadi ketika seseorang mengonsumsi air dalam jumlah berlebihan.
Jika frekuensi buang air kecil meningkat secara tidak biasa, terutama ketika dilakukan tanpa rasa haus yang jelas, pola konsumsi cairan perlu diperhatikan.
7. Sering Minum Padahal Tidak Haus
Rasa haus merupakan salah satu sinyal alami tubuh untuk memberi tahu kapan cairan diperlukan. Karena itu, kebiasaan minum hanya karena merasa harus memenuhi target tertentu perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Kebutuhan cairan setiap orang dapat berbeda, tergantung aktivitas, lingkungan, kondisi kesehatan, dan faktor lainnya. Jadi, menjaga hidrasi bukan berarti harus terus-menerus minum air tanpa memperhatikan sinyal tubuh.
Artikel ini telah tayang di detikFood.
(iqk/iqk)
