Banyak orang tua berharap anak langsung bercerita tentang aktivitasnya setelah pulang sekolah. Namun, alih-alih mendapat cerita panjang, yang keluar justru jawaban singkat seperti, "Baik", "Biasa saja", atau "Lupa".
Padahal, cara bertanya sangat memengaruhi respons anak. Pertanyaan yang terlalu umum seperti "Tadi belajar apa?" sering kali membuat anak bingung harus menjawab dari mana.
Para pakar parenting menyarankan orang tua mengajukan pertanyaan yang lebih spesifik, terbuka, dan dilakukan pada waktu yang tepat. Hindari mendesak anak untuk langsung bercerita sesaat setelah pulang sekolah. Beri mereka waktu untuk beristirahat terlebih dahulu, lalu ajak mengobrol saat makan bersama, dalam perjalanan, atau menjelang tidur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan pertanyaan yang tepat, anak akan lebih mudah mengingat pengalaman mereka di sekolah sekaligus merasa didengarkan oleh orang tua.
Kenapa Anak Sulit Bercerita Sepulang Sekolah?
Anak menghabiskan sekitar setengah harinya di sekolah bersama guru dan teman-temannya. Dalam sehari, mereka mengalami banyak peristiwa, mulai dari belajar, bermain, hingga menghadapi tantangan baru.
Ketika orang tua hanya bertanya, "Bagaimana sekolah hari ini?", anak cenderung memberikan jawaban singkat karena pertanyaannya terlalu luas.
Sebaliknya, pertanyaan yang lebih spesifik dapat membantu anak mengingat pengalaman tertentu sehingga percakapan menjadi lebih mengalir.
20 Pertanyaan yang Bisa Ditanyakan ke Anak Sepulang Sekolah
Berikut daftar pertanyaan yang bisa membantu anak lebih terbuka menceritakan aktivitasnya di sekolah.
Tentang Teman
Siapa teman baru yang paling seru hari ini?
Siapa yang duduk di sebelahmu saat belajar atau makan siang?
Dengan siapa kamu paling banyak bermain hari ini?
Apakah ada teman baru yang ingin kamu kenal lebih dekat?
Siapa yang membantumu hari ini?
Tentang Aktivitas
Apa permainan favoritmu saat istirahat?
Hal apa yang paling menyenangkan hari ini?
Apa hal paling lucu yang terjadi di sekolah?
Apa pelajaran yang paling kamu sukai hari ini?
Apakah kamu belajar sesuatu yang baru?
Tentang Guru
Bagaimana Ibu atau Bapak Guru mengajar hari ini?
Siapa yang membuat guru tersenyum hari ini?
Apakah ada hal yang dikatakan guru yang paling kamu ingat?
Tentang Perasaan
Apa yang membuatmu bangga hari ini?
Apa yang membuatmu tertawa?
Apakah ada hal yang membuatmu sedih?
Adakah sesuatu yang membuatmu bingung?
Tentang Sikap dan Karakter
Siapa yang kamu bantu hari ini?
Apa kebaikan yang kamu lakukan di sekolah?
Kalau besok kembali ke sekolah, hal apa yang paling kamu tunggu?
Hindari Pertanyaan yang Terlalu Umum
Pertanyaan seperti "Belajar apa tadi?" atau "Sekolahnya gimana?" memang terdengar sederhana, tetapi sering kali menghasilkan jawaban singkat.
Sebaliknya, pertanyaan yang spesifik membantu anak mengingat detail kejadian yang mereka alami. Dari cerita kecil tersebut, percakapan biasanya akan berkembang secara alami.
Misalnya, daripada bertanya:
"Sekolahnya bagaimana?"
Cobalah bertanya:
"Siapa teman baru yang duduk di sebelahmu?"
"Apa permainan paling seru saat istirahat?"
"Apa yang membuatmu tertawa hari ini?"
Cara ini membuat anak lebih mudah membuka percakapan.
Jangan Paksa Anak Langsung Bercerita
Pakar pengasuhan anak asal Inggris, Kirsty Ketley, mengingatkan bahwa orang tua tidak perlu mengajukan semua pertanyaan sekaligus.
Menurutnya, cukup pilih beberapa pertanyaan yang berbeda setiap hari agar anak merasa nyaman bercerita.
Selain itu, jangan memaksa anak langsung menjawab begitu keluar dari gerbang sekolah. Sebagian anak membutuhkan waktu untuk beristirahat setelah seharian belajar.
Orang tua bisa memanfaatkan momen santai, seperti saat makan malam, perjalanan pulang, atau sebelum tidur untuk mengobrol.
Bangun Komunikasi, Bukan Interogasi
Tujuan bertanya kepada anak bukan untuk menginterogasi, melainkan membangun komunikasi yang hangat setiap hari.
Saat anak merasa didengar tanpa dihakimi, mereka akan lebih mudah menceritakan pengalaman, kesulitan, hingga keberhasilan yang dialaminya di sekolah.
Kebiasaan sederhana ini juga dapat membantu orang tua mengetahui perkembangan akademik, pergaulan, maupun kondisi emosional anak sejak dini.
Jadi, mulai hari ini cobalah mengganti pertanyaan "Belajar apa tadi?" dengan pertanyaan yang lebih spesifik. Siapa tahu, Anda akan mendapatkan cerita menarik yang selama ini tidak pernah terungkap.
