Memasuki penghujung bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, umat Islam kini berada di fase paling istimewa yang penuh keberkahan. Pada hari ini, Selasa, 17 Maret 2026, Ramadan telah memasuki hari-hari terakhir, yang berarti kesempatan meraih malam penuh kemuliaan semakin dekat sekaligus semakin terbatas.
Salah satu momen yang paling dinanti adalah malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan. Malam tersebut diyakini sebagai waktu turunnya Lailatul Qadar, yaitu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
Berdasarkan kalender Hijriah, awal puasa Ramadan 1447 H dimulai pada 19 Februari 2026. Seiring berjalannya waktu, umat Muslim kini telah memasuki fase krusial, yakni sepuluh malam terakhir Ramadan yang dikenal sebagai waktu terbaik untuk meningkatkan ibadah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di fase ini, banyak umat Islam mulai 6jfokus mencari malam ganjil, yaitu malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan. Momen tersebut dimanfaatkan untuk memperbanyak amalan seperti salat malam, membaca Al-Qur'an, berzikir, hingga i'tikaf di masjid.
Keutamaan Lailatul Qadar
Keistimewaan Lailatul Qadar dijelaskan secara tegas dalam Al-Qur'an, tepatnya dalam Surah Al-Qadr ayat 1-5. Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa malam ini memiliki nilai ibadah yang luar biasa.
"Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan."
Artinya, satu malam ibadah pada Lailatul Qadar setara dengan lebih dari 83 tahun. Tak heran jika umat Islam berlomba-lomba menghidupkan malam tersebut dengan berbagai amalan.
Benarkah Terjadi di Malam Ganjil?
Para ulama memiliki berbagai pendapat terkait waktu pasti turunnya Lailatul Qadar. Namun, pendapat yang paling kuat menyebutkan bahwa malam tersebut berada pada malam ganjil setelah 20 Ramadan.
Dengan demikian, peluang terbesar terletak pada malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan. Bahkan, sebagian ulama meyakini malam ke-27 sebagai waktu yang paling kuat, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Ahmad.
Meski begitu, umat Islam tetap dianjurkan untuk menghidupkan seluruh malam di sepuluh hari terakhir agar tidak melewatkan momen penuh keberkahan tersebut.
Jadwal Malam Ganjil Ramadan 2026
Berikut jadwal malam ganjil pada Ramadan 1447 H yang berpotensi menjadi Lailatul Qadar:
10 Maret 2026 - Malam 21 Ramadan
12 Maret 2026 - Malam 23 Ramadan
14 Maret 2026 - Malam 25 Ramadan
16 Maret 2026 - Malam 27 Ramadan
18 Maret 2026 - Malam 29 Ramadan
Melihat tanggal tersebut, maka malam ganjil terakhir akan jatuh pada 18 Maret 2026. Artinya, kesempatan terakhir untuk "berburu" Lailatul Qadar tinggal menghitung hari.
Jadwal Puasa Ramadan 1447 H (2026)
Berikut rangkaian akhir Ramadan 2026 yang perlu diperhatikan:
17 Maret 2026: 27 Ramadan
18 Maret 2026: 28 Ramadan
19 Maret 2026: 29 Ramadan
20 Maret 2026: 30 Ramadan
Momen ini menjadi penentu bagi umat Islam untuk memaksimalkan ibadah sebelum Ramadan berakhir.
Tanda-Tanda Datangnya Lailatul Qadar
Meski waktunya dirahasiakan, beberapa hadis menjelaskan tanda-tanda yang dapat dikenali setelah malam tersebut berlalu. Di antaranya:
Udara terasa tenang, tidak panas maupun dingin
Langit tampak cerah dan bersih
Matahari terbit dengan cahaya lembut, tidak menyilaukan
Malam terasa damai dan penuh ketenangan
Malaikat turun membawa keberkahan
Sebagian orang mengalami mimpi tertentu
Namun, para ulama menegaskan bahwa tanda-tanda ini umumnya baru terlihat setelah malam Lailatul Qadar terjadi.
Amalan yang Dianjurkan di Malam Ganjil
Para ulama Mazhab Syafi'i dalam Kitab Induk Doa dan Zikir (terjemahan kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi) menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak amalan pada malam-malam terakhir Ramadhan.
Di antaranya adalah membaca Al-Qur'an, berzikir, serta memperbanyak doa pada waktu-waktu yang dimuliakan. Selain itu, terdapat beberapa amalan sunnah yang dianjurkan untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar berikut ini.
1. Membaca Doa Lailatul Qadar
Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca pada malam Lailatul Qadar adalah doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Aisyah RA. Doa ini diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Imam Nasa'i, dan Ibnu Majah, serta dicantumkan dalam Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi.
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Bacaan Latin: Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni.
Artinya: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.
2. Iktikaf di Masjid
Iktikaf merupakan ibadah dengan cara berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah kepada Allah SWT. Selama iktikaf, seseorang dianjurkan memperbanyak salat sunnah, membaca Al-Qur'an, berzikir, serta berdoa.
Amalan ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA: "Nabi SAW melakukan itikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan sejak beliau datang ke Madinah hingga wafat. Setelah beliau wafat, istri-istri beliau juga melanjutkan amalan itikaf tersebut". (HR Muslim)
3. Tilawah Al-Qur'an
Membaca dan mentadabburi Al-Qur'an juga menjadi amalan yang dianjurkan pada malam Lailatul Qadar. Rasulullah SAW sendiri memperbanyak membaca Al-Qur'an selama bulan Ramadhan. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut.
وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ
Artinya: Jibril menemui Nabi pada setiap malam di bulan Ramadhan dan bertadarus Al-Qur'an bersamanya. (HR Bukhari)
4. Melaksanakan Qiyamul Lail
Salat malam atau qiyamul lail juga menjadi salah satu amalan utama dalam mencari keberkahan Lailatul Qadar.
Rasulullah SAW bersabda sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya:"Barang siapa menegakkan salat malam pada Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni."(HR Bukhari dan Muslim)
5. Menghadiri Sholat Berjemaah
Menegakkan sholat berjemaah, terutama sholat Isya dan Subuh, juga dianjurkan pada malam-malam terakhir Ramadhan. Dalam buku "Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadan" karya Abu Maryam Kautsar Amru dijelaskan bahwa menghadiri sholat Isya dan Subuh berjemaah termasuk bagian dari menghidupkan malam Lailatul Qadar. Pendapat ini juga disebutkan Imam Syafi'i dalam Latha-if Al-Ma'arif.
مَنْ شَهِدَ العِشَاءَ وَ الصُّبْحَ لَيْلَةَ القَدْرِ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظِّهِ مِنْهَا
Artinya: Siapa yang menghadiri salat Isya dan Subuh pada malam Lailatul Qadar, maka ia telah mendapatkan bagian dari malam tersebut.
Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Utsman bin Affan RA juga menegaskan:
مَنْ شَهِدَ الْعِشَاءَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ قِيَامُ نِصْفِ لَيْلَةٍ وَمَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ
Artinya: Siapa yang menghadiri salat Isya berjamaah, maka baginya pahala seperti salat setengah malam. Siapa yang melaksanakan salat Isya dan Subuh berjamaah, maka baginya pahala seperti salat semalam penuh. (HR Muslim dan Tirmidzi)
6. Membaca Sayyidul Istigfar
Selain doa-doa lainnya, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak istigfar pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Salah satu yang dianjurkan adalah Sayyidul Istigfar, yang memiliki keutamaan besar. Berikut bacaan Sayyidul Istigfar yang diriwayatkan dalam hadis Bukhari.
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
Arab Latin: Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa ana 'abduka wa ana 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu, a'uudzu bika min syarri maa shana'tu, abuu'u laka bini'matika 'alayya wa abuu'u bidzanbii faghfir lii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.
Artinya: Ya Allah, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan selain Engkau. Engkau yang menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berpegang pada janji dan perjanjian-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, karena tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau. (HR Bukhari)
Jangan Lewatkan Kesempatan Terakhir
Dengan semakin dekatnya akhir Ramadan, khususnya malam ganjil terakhir pada 18 Maret 2026, umat Islam diingatkan untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini.
Malam Lailatul Qadar bisa jadi hadir di salah satu malam tersebut, membawa pahala yang berlipat ganda dan keberkahan yang tak ternilai. Maka dari itu, manfaatkan sisa waktu yang ada untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Jangan sampai malam istimewa ini berlalu begitu saja tanpa kita sadari.
