Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) yang ke-54 pada 29 November 2025, berbagai instansi pemerintahan mulai mempersiapkan rangkaian kegiatan, termasuk kampanye digital menggunakan twibbon. Twibbon menjadi salah satu cara populer untuk menunjukkan dukungan terhadap Korpri, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Tak hanya ASN, masyarakat umum pun banyak yang turut meramaikan peringatan ini melalui media sosial.
Dalam artikel ini, Anda akan menemukan ulasan lengkap mengenai sejarah terbentuknya Korpri, perannya dalam birokrasi Indonesia, serta rekomendasi 50+ twibbon Hari Korpri 2025 yang bisa digunakan secara gratis.
Sejarah Singkat HUT Korpri
HUT Korpri selalu diperingati setiap tanggal 29 November, merujuk pada hari berdirinya organisasi Korpri pada 29 November 1971. Peringatan tahun 2025 ini menjadi momen ke-54 Korpri dalam mengabdi dan mendampingi perjalanan panjang reformasi birokrasi Indonesia.
Peringatan HUT Korpri tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga dijadikan ajang refleksi bagi ASN untuk memperkuat integritas, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta beradaptasi dengan tantangan zaman. Tema HUT Korpri tiap tahun selalu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pembangunan nasional.
Sejarah Berdirinya Korpri
Korpri didirikan pada 29 November 1971 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 82 Tahun 1971. Kehadiran organisasi ini merupakan jawaban atas kebutuhan untuk menyatukan pegawai negeri dalam satu wadah yang netral dan profesional. Sebelum Korpri terbentuk, birokrasi Indonesia sempat mengalami fase yang cukup rumit akibat tarik-menarik kepentingan politik.
1. Masa Demokrasi Liberal (1950-1959)
Pada periode ini, pengaruh partai politik sangat kuat hingga mencampuri pengangkatan jabatan birokrasi. Banyak posisi strategis diberikan berdasarkan afiliasi politik, bukan kompetensi. Akibatnya, muncul loyalitas ganda hingga rentannya kebocoran informasi negara.
2. Era Demokrasi Terpimpin (1959-1965)
Pemerintah mencoba menekan intervensi partai dengan melarang PNS menjadi anggota partai politik. Namun kebijakan Nasakom yang mengakomodasi unsur nasionalis, agama, dan komunis justru memperdalam keterlibatan PNS dalam politik praktis.
3. Masa Orde Baru: Momentum Profesionalisme
Pemerintah kemudian menetapkan PP Nomor 6 Tahun 1970 yang menegaskan pengangkatan PNS harus berdasarkan karier dan prestasi kerja, bukan lagi karena kedekatan politik. Inilah tonggak awal lahirnya birokrasi modern dan profesional. Dalam konteks ini, Korpri hadir sebagai organisasi yang menghimpun PNS di luar kedinasan, dengan fokus menjaga netralitas dan mendukung stabilitas pembangunan nasional.
Peran dan Fungsi Korpri
Korpri memegang peran strategis dalam pembinaan ASN, antara lain:
1. Menjaga Profesionalisme Aparatur
Korpri berupaya meningkatkan kompetensi dan integritas setiap ASN agar mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas.
2. Membangun Semangat Persatuan
Sebagai organisasi besar yang menaungi jutaan anggota, Korpri menjadi wadah pemersatu ASN dari berbagai instansi dan wilayah.
3. Mengawal Reformasi Birokrasi
Korpri mendukung upaya modernisasi birokrasi melalui inovasi, digitalisasi pelayanan publik, dan budaya kerja adaptif.
4. Menjaga Netralitas ASN
Sesuai amanat regulasi, ASN harus tetap netral dari intervensi politik. Korpri berada di garis depan untuk memastikan prinsip ini dipatuhi.
Twibbon Hari Korpri ke-54 Tahun 2025
Twibbon Hari Korpri merupakan desain bingkai foto digital yang dapat digunakan ASN maupun masyarakat untuk meramaikan peringatan HUT Korpri ke-54. Twibbon biasanya menyertakan elemen warna biru khas Korpri, logo Korpri, tema HUT, serta visual yang mencerminkan semangat pengabdian ASN.
Untuk membantumu meramaikan peringatan HUT Korpri 2025, berikut rekomendasi lebih dari 50 pilihan twibbon yang dapat digunakan secara gratis
Simak Video "Video: Promotor Ungkap Konser Rich Brian di Jakarta Penuh Kejutan"
(tya/tey)