6 Fakta Pria di Bandung Tewas Ditusuk gegara Rp200 Ribu

6 Fakta Pria di Bandung Tewas Ditusuk gegara Rp200 Ribu

Tim detikJabar - detikJabar
Selasa, 21 Jul 2026 08:30 WIB
The greatest fear, an intruder in the house.
Ilustrasi. (Foto: iStock)
Bandung -

Kawasan Jalan Cibangkong Lor, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung mendadak gempar. Perselisihan maut pecah pada Minggu (19/7) malam yang melibatkan dua pria berinisial LA (38) dan AN (31). Cekcok berdarah itu mengakibatkan LA tewas mengenaskan akibat luka tusukan di lokasi kejadian.

Usai menerima laporan warga, jajaran Polsek Batununggal langsung bergerak cepat ke tempat kejadian perkara (TKP). Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, insiden tragis ini diduga kuat dipicu masalah penagihan utang yang berakhir dengan aksi penyerangan menggunakan senjata tajam oleh pelaku.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut 6 fakta lengkap terkait perselisihan maut tersebut yang dirangkum detikJabar, Senin (20/7/2026):

1. Terjadi Menjelang Tengah Malam

ADVERTISEMENT

Pihak kepolisian membenarkan adanya insiden berdarah yang merenggut nyawa korban LA di wilayah hukum Batununggal. Peristiwa pidana ini dilaporkan terjadi pada waktu menjelang tengah malam.

"Betul bahwa sekitar Pukul 23.00 WIB telah terjadi tindak pidana pembunuhan," kata Kapolsek Batununggal, IPTU Ahmad Rifai, mengonfirmasi peristiwa tersebut pada Senin (20/7/2026).

2. Dipicu Utang Senilai Rp200 Ribu

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban dan pelaku diketahui saling mengenal satu sama lain. Insiden ini bermula saat korban mendatangi langsung kediaman pelaku dengan maksud menagih sejumlah uang.

"Korban saat itu datang ke kediaman pelaku untuk menagih utang. Dan saat itu, menurut keterangan saksi, korban meminta uang sebesar Rp200 ribu," ungkap Rifai.

3. Cekcok Gegara Ponsel Hendak Digadaikan

Situasi di lokasi kejadian memanas ketika pelaku mengaku tidak memiliki uang tunai untuk membayar utang. Korban kemudian mendesak pelaku untuk menyerahkan ponselnya agar bisa digadaikan sebagai jaminan, namun permintaan tersebut ditolak mentah-mentah oleh AN hingga memicu cekcok hebat.

4. Korban Ditusuk di Dada dan Tangan hingga Tewas

Kemarahan pelaku memuncak saat perdebatan terjadi. Pelaku nekat menyerang korban menggunakan senjata tajam jenis pisau secara bertubi-tubi hingga korban ambruk dan kehilangan nyawa seketika.

"Pelaku menusukkan pisau yang dia bawa dari rumah ke dada korban sebelah kanan, tangan kiri, dan tangan kanan. Sehingga korban meninggal dunia di tempat," jelas Rifai.

5. Pelarian Pelaku Berakhir Singkat

Usai melakukan aksi penusukan keji tersebut, pelaku sempat berupaya melarikan diri dari lokasi kejadian untuk bersembunyi. Namun, kesigapan petugas Unit Reskrim di lapangan membuat pelarian AN langsung terhenti.

"Pelaku dapat diamankan oleh pihak kepolisian tidak jauh dari TKP dan tidak lama setelah kejadian," ujarnya.

6. Pelaku Ditahan dan Jasad Korban Diautopsi

Jasad korban yang mengalami luka tusuk serius langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk kepentingan visum dan penyelidikan lebih lanjut. Sementara pelaku AN kini sudah dijebloskan ke dalam sel tahanan Polsek Batununggal.

"Korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Polri Sartika Asih untuk autopsi," ucap Rifai.

"Pelaku kita amankan di Polsek Batununggal dan sedang ditangani oleh Unit Reskrim Polsek Batununggal," pungkasnya.

(sya/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads