Terungkap Motif Aksi Keji Kakak Habisi Adik Tiri di Bandung Barat

Terungkap Motif Aksi Keji Kakak Habisi Adik Tiri di Bandung Barat

Whisnu Pradana - detikJabar
Minggu, 08 Mar 2026 18:51 WIB
MZ, Pembunuh adik tiri di Bandung Barat diamankan polisi
MZ, Pembunuh adik tiri di Bandung Barat diamankan polisi (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Bandung Barat -

MZ (28), kini meringkuk di balik jeruji besi Satreskrim Polres Cimahi usai aksi kejinya menghabisi ASA, adik tirinya sendiri yang masih berusia 12 tahun.

Jasad bocah kelas 6 SD asal Kampung Warung Tiwu, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat itu ditemukan bersimbah darah di dalam rumahnya oleh sang ibu. ASA tewas dengan luka gorokan di bagian leher, luka tusuk di punggung, serta luka sayatan di pergelangan tangannya.

MZ ditangkap polisi beberapa jam setelah ia melakukan aksi sadisnya itu. Lantas apa motif MZ menghabisi nyawa sang adik tiri? Berdasarkan pemeriksaan sementara, motifnya gegara ucapan korban yang membuat tersangka marah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi ada ucapan dari korban yang membuat pelaku ini marah. Yaitu ketika pelaku datang di hari kejadian, dia berniat bertemu dengan ibunya untuk menawarkan ada temannya yang mau mengontrak rumah," kata Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, Minggu (8/3/2026).

ADVERTISEMENT

Namun sang ibu sedang tidak ada di rumah. Saat itu ia hanya bertemu dengan adik tirinya yang ada di lantai 2 rumah. Ketika korban mengetahui maksud pelaku, ia kemudian mengucapkan sesuatu pada pelaku.

"Tujuannya pelaku bisa mendapatkan uang tambahan ketika menawarkan kontrakan itu. Namun di situ korban menyampaikan sesuatu yang membuat pelaku marah, jadi kata-katanya kurang lebih 'untuk apa menawarkan kontrakan, toh nanti uangnya akan kamu (pelaku) ambil'. Kata-kata itulah yang membuat pelaku seketika emosi," kata Niko.

Selain kata-kata korban, Niko menyebut pelaku mengaku jika ada perlakuan yang berbeda dari sang ibu pada dirinya dan korban ketika mereka tinggal bersama selama 13 tahun sebelum pelaku menikah dan pindah ke Kabupaten Cianjur.

"Kemudian menurut pelaku, ada perbedaan perlakuan dari orangtua mereka terhadap pelaku dan terhadap korban. Dan juga adiknya ini menurut pelaku sering membuat kesal pelaku selama mereka tinggal bersama," ujar Niko.

Akumulasi kekesalan itulah yang kemudian mendorong pelaku nekat menghabisi nyawa korban. Tersangka MZ mengambil sebilah golok yang ada di rumah tersebut kemudian menyabetkannya sebanyak dua kali pada korban.

"Jadi di tubuh korban itu ada luka terbuka di leher akibat dari pelaku menggorok leher korban. Lalu menusuk punggung dan menyayat pergelangan tangannya. Luka itu ada persesuaian dengan hasil autopsi dan pengakuan pelaku," ujar Niko.

Setelah melakukan aksi sadisnya itu, pelaku kemudian kabur ke Cianjur tempatnya tinggal bersama sang istri. Namun di sore hari, ia ternyata kembali lagi ke TKP seolah-olah tak mengetahui kejadian tersebut.

"Jadi setelah melakukan pembunuhan itu, pelaku sempat datang lagi ke rumah itu seolah-olah dia tidak tahu apa-apa. Beberapa jam kemudian, setelah melakukan serangkaian penyelidikan, pelaku kami amankan," kata Niko




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads