Tragedi penyiksaan terhadap anak di Kota Bandung kembali terulang. Seorang balita berinisial RAF (4), meninggal dunia di tangan ibu tirinya, Sari Mulyani (26). Jumat (21/11) siang, pintu kamar kontrakan di wilayah Cibiru, Kota Bandung itu nampak tertutup rapat. Dari luar, tak terdengar suara gaduh atau bahkan tangisan, yang sama sekali tidak menimbulkan kecurigaan dari orang-orang sekitar.
Namun di baliknya, ternyata ada tindakan sadis yang sedang Sari Mulyani lakukan. Wanita berusia 26 tahun itu tega menganiaya anak tirinya, RAF, hingga tubuh mungilnya tak bisa bertahan dan meninggal dunia.
Di siang itu, Sari menyiksa anak tirinya ketika memandikan dan mengenakannya pakaian. Aktivitas yang umumnya jadi momen bahagia untuk anak-anak, malah berubah menjadi ajal yang merenggut nyawa korban.
Dengan emosi membabi buta, Sari menyiksa anak tirinya ketika suaminya, AM, tidak berada di sana. Kepala korban beberapa kali dibenturkan ke dinding rumah kontrakan hingga dipan kasur, hingga membuat tubuh mungil itu tak bisa bertahan dan akhirnya meninggal.
"Saat itu, bapak korban sedang berada di luar waktu tersangka memandikan korban. Nah di sinilah terjadilah penganiayaan yaitu dengan mendorong bagian dada korban, mendorong kepala korban ke tembok kamar mandi," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Budi Sartono, Jumat (28/11/2025).
"Penganiayaan berlanjut ketika tersangka memakaikan baju kepada korban. Korban kemudian dibenturkan bagian kepalanya ke kasur hingga membuatnya tidak sadarkan diri. Pelaku lalu membawa korban ke rumah sakit," tambahnya
Sari sendiri belum lama menikah dengan ayah korban, AM. Keduanya lalu memutuskan menjalani biduk rumah tangga dengan tinggal di sebuah rumah kontrakan.
Setelah menjalani pernikahan, Sari dan AM dikaruniai buah hati yang kini berusia 6 bulan. Namun kemudian, polisi menyebut Sari memendam kecemburuan karena sang suami lebih sayang kepada RAF dibanding buah hati yang baru dia lahirkan.
Sebelum ajal menjemput korban, Sari kerap menyiksa korban berulang kali. Salah satu tindakan keji Sari yaitu dia tega menempelkan spatula panas ke dada tubuh mungil anak tak berdosa itu.
Bahkan di siang itu, rumah kontrakan Sari dilaporkan sedang dipenuhi suasana penuh kejengkelan. Ia baru saja bertengkar dengan suaminya, AM, yang kemudian memilih meninggalkan Sari untuk kembali ke tempat kerjanya.
(iqk/iqk)