Sejumlah perempuan tampak sibuk menyiapkan bahan untuk membuat boreh atau lulur di Pamburatan, salah satu bangunan di Keraton Kasepuhan. Tradisi mipis boreh ini dilakukan menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Sejumlah perempuan menghaluskan racikan boreh menggunakan alat tradisional berbahan batu. Proses mipis menjadi salah satu tahapan dalam pembuatan lulur khas Keraton Kasepuhan.
Pembuatan boreh membutuhkan waktu hampir sepekan. Sebab, racikan harus dihaluskan dan dipanggang secara berulang hingga menghasilkan aroma yang sesuai.
Beragam bahan alami digunakan dalam racikan boreh, di antaranya kayu cendana, kayu gaharu, akar wangi, cengkeh dan lain-lain. Setelah dihaluskan, racikan dipanggang secara manual menggunakan kayu bakar dan alat tradisional. Jika hasilnya belum sesuai, racikan kembali dihaluskan dan dipanggang hingga beberapa kali.
Boreh yang telah selesai dibuat nantinya menjadi bagian dari iring-iringan Panjang Jimat dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Keraton Kasepuhan. Lulur berbahan rempah ini bisa digunakan untuk perawatan tubuh, salah satunya bagi ibu setelah melahirkan.