Sejak Jumat (26/6/2026) siang, ribuan orang tumplek menantikan gelaran Rempug Tarung Adu Tomat dimulai.
Panitia penyelenggara menyediakan 1,5 ton tomat afkir yang menjadi peluru dalam tradisi tersebut. Euforia begitu terasa dari semangatnya peserta melemparkan tomat tanpa tahu siapa sasarannya
Setelah perang tomat usai peserta dan panitia buru-buru membersihkan sisa tomat yang nantinya akan diolah menjadi pupuk kompos.
Perang tomat sendiri lahir tahun 2011 lalu, sebagai simbol protes petani atas murahnya harga tomat ke tengkulak yang cuma Rp500 per kilogram