Tarian 'Karna' di Bandung Warnai Peringatan Hari Lahir Soekarno

Tarian 'Karna' untuk memperingati Hari Lahir Soekarno di Gedung Indonesia Menggugat (GIM)
Tarian ‘Karna’ ini dilakukan di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Printis Kemerdekaan, Kota Bandung. (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Tarian 'Karna' untuk memperingati Hari Lahir Soekarno di Gedung Indonesia Menggugat (GIM)
Ada dua orang penari, satu penari mengenakan pakaian tidur, kopiah berwarna hitam, topeng berwarna putih dan membawa foto Presiden Soekarno muda. (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Tarian 'Karna' untuk memperingati Hari Lahir Soekarno di Gedung Indonesia Menggugat (GIM)
Penari lainnya, mengenakan kaus putih, celana, kopiah hitam dan memainkan suling untuk mengiringi tarian ini. (Wisma Putra/detikJabar)
Tarian 'Karna' untuk memperingati Hari Lahir Soekarno di Gedung Indonesia Menggugat (GIM)
Tarian ‘Karna’ ini diambil dari nama Adipati Karna atau nama Soekarno kecil. (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Tarian 'Karna' untuk memperingati Hari Lahir Soekarno di Gedung Indonesia Menggugat (GIM)
Gedung Indonesia Mengugat juga dipilih sebagai tempat untuk menari Kelompok Mataholang karena seperti kita ketahui di gedung ini Soekarno dulu diadili. (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Tarian ‘Karna’ ini dilakukan di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Printis Kemerdekaan, Kota Bandung. (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Ada dua orang penari, satu penari mengenakan pakaian tidur, kopiah berwarna hitam, topeng berwarna putih dan membawa foto Presiden Soekarno muda. (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Penari lainnya, mengenakan kaus putih, celana, kopiah hitam dan memainkan suling untuk mengiringi tarian ini. (Wisma Putra/detikJabar)
Tarian ‘Karna’ ini diambil dari nama Adipati Karna atau nama Soekarno kecil. (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Gedung Indonesia Mengugat juga dipilih sebagai tempat untuk menari Kelompok Mataholang karena seperti kita ketahui di gedung ini Soekarno dulu diadili. (Foto: Wisma Putra/detikJabar)