Potret 'Nyai Saritem' yang Kecantikannya Membius Mata

Potret Nyonya Jawa yang diyakini sebagai Nyai Saritem

Potret wanita Jawa yang ditemukan penikmat sejarah, Ronny Mediono di Yogyakarta pada 2011 lalu membuka fakta baru terkait sosok Nyai Saritem. Ronny sendiri menemukan foto tersebut di sebuah rumah eks pejabat kolonial Belanda.

Potret 'Nyai Saritem' yang ditemukan di Yogyakarta

Selama beberapa tahun terakhir sosok nyonya Jawa itu beredar di internet dan diyakini oleh sejumlah kalangan sebagai Nyai Saritem.  Diduga foto yang beredar, berasal dari unggahan Ronny di blog Kedai Barang Antik pada 2011 silam. Padahal Ronny  sendiri pun tak mengetahui siapa sosok yang kecantikannya membius mata itu.

Gerbang jalan menuju kawasan Saritem di Gardujati, Bandung

Saat ini lokalisasi Saritem telah ditutup. Pemerintah Kota Bandung menutup pusat esek-esek itu pada 2007 lalu. (Foto: dok.detikJabar)

Penggerebekan di lokalisasi Saritem

Walau telah ditutup, namun masih ada rumah-rumah di kawasan Saritem yang menjajakan jasa prostitusi. Penegak hukum pun telah menertibkan beberapa kali kegiatan prostitusi di sana (Foto: Baban Gandapurnama/detikcom)

Suasana pengajian santri di Ponpes Daruttaubah yang berada di kawasan Saritem, Kota Bandung.

Saat ini Saritem telah berubah dengan wajah barunya, dulu dikenal sebagai pusat  prostitusi kini telah menjadi salah satu pusat dakwah seiring dengan berdirinya pesantren Dar Al-Taubah.

Potret wanita Jawa yang ditemukan penikmat sejarah, Ronny Mediono di Yogyakarta pada 2011 lalu membuka fakta baru terkait sosok Nyai Saritem. Ronny sendiri menemukan foto tersebut di sebuah rumah eks pejabat kolonial Belanda.
Selama beberapa tahun terakhir sosok nyonya Jawa itu beredar di internet dan diyakini oleh sejumlah kalangan sebagai Nyai Saritem.  Diduga foto yang beredar, berasal dari unggahan Ronny di blog Kedai Barang Antik pada 2011 silam. Padahal Ronny  sendiri pun tak mengetahui siapa sosok yang kecantikannya membius mata itu.
Saat ini lokalisasi Saritem telah ditutup. Pemerintah Kota Bandung menutup pusat esek-esek itu pada 2007 lalu. (Foto: dok.detikJabar)
Walau telah ditutup, namun masih ada rumah-rumah di kawasan Saritem yang menjajakan jasa prostitusi. Penegak hukum pun telah menertibkan beberapa kali kegiatan prostitusi di sana (Foto: Baban Gandapurnama/detikcom)
Saat ini Saritem telah berubah dengan wajah barunya, dulu dikenal sebagai pusat  prostitusi kini telah menjadi salah satu pusat dakwah seiring dengan berdirinya pesantren Dar Al-Taubah.