Membuka 'Lorong Waktu' Kehidupan Purba di Sumedang

Fosil yang diperkirakan kura-kura purba.

Penemuan fosill kura-kura dan buaya purba menggemparkan masyarakat. Kedua fosil ditemukan di lokasi yang sama, yakni di Desa Jembarwangi, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang.

Fosil kura-kura di Sumedang.

Salah seorang tim peneliti, Anton Ferdiyanto mengatakan, fosil kura-kura itu pertama kali ditemukan warga. Fosil tersebut ditemukan warga lantaran sudah tampak di permukaan tanah.

Kepingan fosil kulit buaya.

Selain kurakura purba, peneliti juga menemukan potongan fosil dari buaya purba.  

Penemuan fosil di Sumedang.

"Fosil buaya yang ditemukan diperkirakan jenis crocodylus. Kita menemukan giginya, terus kulit bagian punggung dan bagian kepingan-kepingan lainnya," ujar Anton.

Penemuan fosil di Sumedang.

"Jadi fauna-fauna banyak tinggal di sini lantaran ada aliran sungainya, ada hutannya yang terbuka serta daratan yang luas," ujar Anton.  

Penemuan fosill kura-kura dan buaya purba menggemparkan masyarakat. Kedua fosil ditemukan di lokasi yang sama, yakni di Desa Jembarwangi, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang.
Salah seorang tim peneliti, Anton Ferdiyanto mengatakan, fosil kura-kura itu pertama kali ditemukan warga. Fosil tersebut ditemukan warga lantaran sudah tampak di permukaan tanah.
Selain kurakura purba, peneliti juga menemukan potongan fosil dari buaya purba.  
Fosil buaya yang ditemukan diperkirakan jenis crocodylus. Kita menemukan giginya, terus kulit bagian punggung dan bagian kepingan-kepingan lainnya, ujar Anton.
Jadi fauna-fauna banyak tinggal di sini lantaran ada aliran sungainya, ada hutannya yang terbuka serta daratan yang luas, ujar Anton.