Alunan musik tradisional mengalun di sepanjang Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Senin (23/2/2026) sore. Dari panggung yang berdiri tepat di depan Balai Kota Cirebon, sejumlah penari cilik tampil luwes membawakan tarian tradisional.
Gerak tangan dan langkah kaki mereka yang kompak menarik perhatian warga yang melintas. Irama musik berpadu dengan tepuk tangan penonton.
Penampilan tari itu menjadi salah satu agenda dalam Festival Ramadan yang digelar di kawasan tersebut. Selain diramaikan pedagang takjil, festival ini juga menghadirkan pertunjukan seni.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan detikJabar, tidak sedikit warga yang berhenti sejenak di depan panggung. Mereka berdiri berkelompok, sebagian merekam momen pertunjukan dengan ponsel.
Para penari yang tampil berasal dari berbagai kelompok usia. Secara bergantian, mereka membawakan ragam tari tradisional, menambah semarak suasana sore di pusat Kota Cirebon.
Salah satu penari yang tampil adalah Earlita. Siswi sekolah dasar di Cirebon itu tampak percaya diri saat berada di atas panggung.
Ia mengaku senang bisa terlibat dalam Festival Ramadan. Meski tampil dalam kondisi berpuasa, semangatnya tak surut.
"Perasaannya senang bisa tampil. Seru dan senang," ujarnya usai turun dari panggung.
Sementara itu, Desi, salah seorang warga yang menyaksikan acara tersebut, mengaku terpukau dengan penampilan para penari.
"Tadi rencananya ke sini mau cari takjil, tapi sekalian nonton acara tari-tarian. Acaranya bagus sih," kata Desi
"Mudah-mudahan ke depannya bisa ada acara seperti ini terus. Ada penampilan tarian daerah untuk melestarikan kesenian daerah," sambung dia.
Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon, Nopan Maradona, mengatakan Festival Ramadan ini merupakan acara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Cirebon selama bulan puasa.
Selain menyediakan ruang bagi para pedagang takjil, festival ini juga menjadi wadah bagi para pelaku seni untuk tampil.
"Kami dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menghadirkan pertunjukan untuk ngabuburit. Kami mulai dari pukul 15.00 WIB - 17.30 WIB," kata dia.
Menurutnya, acara tersebut akan berlangsung selama bulan Ramadan. Selain kesenian tari, ada juga kesenian lainnya yang akan dipertunjukkan.
"Di waktu-waktu ke depan setelah ini, ada beberapa yang akan tampil. Ada tari, akustik musik religi dan lain-lain. Sudah kita siapkan acaranya," kata dia.
(sud/sud)
