Jangan Sepelekan, Busa di Urine Ungkap Tanda Kebocoran Ginjal

Jangan Sepelekan, Busa di Urine Ungkap Tanda Kebocoran Ginjal

Sarah Oktaviani Alam - detikJabar
Sabtu, 03 Okt 2026 19:00 WIB
Ilustrasi ginjal
Ilustrasi ginjal (Foto: Getty Images/sasirin pamai)
Bandung -

Tak semua orang memperhatikan tampilan air kencingnya setelah buang air kecil, padahal kebiasaan mengintip kloset sebelum menyiramnya bisa menjadi petunjuk penting soal kesehatan ginjal.

Spesialis ginjal dari Northwell Transplant Institute di New York, dr Akshta Pai, MD, mengungkapkan ada satu tanda awal kerusakan ginjal yang sangat sering diabaikan masyarakat, yakni urine yang berbusa.

"Masalah ginjal sebagian besar bekerja secara diam-diam sampai mencapai titik kritis. Sering kali, orang-orang tidak benar-benar melihat ke kloset sebelum menyiramnya (flush)," terang dr Pai dikutip dari Parade.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tanda 'Kebocoran' Protein pada Ginjal

Secara alami, salah satu fungsi utama ginjal adalah menyaring limbah makanan dan minuman serta mempertahankan nutrisi penting-terutama protein, agar tetap berada di dalam tubuh.

Namun, saat struktur penyaring di dalam ginjal mengalami kerusakan, protein yang seharusnya ditahan justru lolos dan terbuang bersama air kencing. Kondisi inilah yang membuat urine tampak berbusa atau foamy.

ADVERTISEMENT

"Ketika struktur ginjal mengalami kerusakan, Anda mulai mengalami kebocoran protein dan melihatnya dalam bentuk urine yang berbusa," jelas dr Pai.

Kerusakan penyaring ginjal ini paling sering dipicu oleh dua penyakit yang tak kalah 'senyap', yaitu diabetes dan tekanan darah tinggi (hipertensi) yang diidap bertahun-tahun tanpa terkontrol.

Busa Biasa vs Busa Ginjal Bermasalah

Tidak semua kencing berbusa menandakan bahaya. Busa yang muncul akibat pancaran urine yang deras atau kondisi dehidrasi umumnya akan langsung hilang atau larut dalam beberapa detik.

Namun, busa yang mengindikasikan gangguan ginjal serius memiliki tampilan fisik yang cukup khas dan bertahan lama.

"Beberapa orang menggambarkannya mirip busa sabun saat Anda mencuci piring, di mana gelembung-gelembungnya saling menempel dan bertahan di permukaan air. Tampilan lainnya mirip lapisan busa di atas minuman root beer yang baru dituang," beber dr Pai.

Jika mendapati air kencing berbusa tebal dan tak kunjung hilang, dr Pai menyarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter. Pemeriksaan urine laboratorium dan cek kadar kreatinin darah sangat dianjurkan untuk melihat sejauh mana fungsi penyaringan ginjal masih bekerja dengan baik.

Artikel ini telah tayang di detikHealth. Baca selengkapnya di sini.

(sao/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads