Google Ajukan Pelepasan 32 Juta Nyamuk untuk Lawan Penyakit

Virgina Maulita Putri - detikJabar
Senin, 01 Jun 2026 16:00 WIB
Ilustrasi nyamuk. Foto: REUTERS/Rodolfo Buhrer
Jakarta -

Google berencana melepaskan hingga 32 juta nyamuk yang telah direkayasa secara biologis sebagai bagian dari upaya mengendalikan penyebaran penyakit yang ditularkan melalui serangga tersebut.

Saat ini, proposal tersebut masih menunggu persetujuan dari Environmental Protection Agency (EPA).

Program itu merupakan bagian dari inisiatif bernama Debug, proyek yang telah dikembangkan Google selama lebih dari satu dekade untuk menciptakan teknologi baru dalam menekan populasi nyamuk pembawa penyakit.

Jika memperoleh izin, jutaan nyamuk akan dilepas di negara bagian California dan Florida dalam kurun dua tahun ke depan.

Nyamuk yang akan digunakan telah diinfeksi bakteri Wolbachia, mikroorganisme yang membuat nyamuk jantan tidak mampu menghasilkan keturunan ketika kawin dengan nyamuk betina.

Para ilmuwan menegaskan program ini tidak akan meningkatkan jumlah nyamuk yang menggigit manusia. Sebab, hanya nyamuk betina yang memiliki kemampuan menggigit dan mengisap darah.

"Ini adalah konsep yang sangat bagus, dan kami akan menerapkannya untuk melihat apakah ini akan berhasil," kata Chad Huff, seperti dikutip dari WCNC, Senin (1/6/2026).

Penelitian menunjukkan proposal terbaru Google menargetkan spesies nyamuk Culex, yang dikenal sebagai pembawa virus West Nile dan St. Louis encephalitis.

Menurut data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), virus West Nile merupakan penyakit yang paling banyak ditularkan nyamuk di Amerika Serikat.

Penggunaan bakteri Wolbachia menjadi salah satu metode sterilisasi biologis yang dinilai mampu mengurangi populasi nyamuk tanpa bergantung sepenuhnya pada pestisida.

Ketika nyamuk jantan yang membawa Wolbachia kawin dengan nyamuk betina, telur yang dihasilkan tidak dapat berkembang. Kondisi tersebut secara bertahap menurunkan populasi nyamuk di wilayah pelepasan.

Huff mengatakan metode serupa telah digunakan di wilayah Florida Keys selama dua tahun terakhir dan menunjukkan hasil yang cukup positif.

Menurutnya, sejumlah lokasi uji coba telah mencatat penurunan populasi nyamuk.

"Hasil uji coba musim lalu cukup menjanjikan sehingga kami ingin mempelajarinya lebih lanjut, jadi itulah yang kami lakukan musim ini," ujar Huff.

EPA saat ini masih membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan terhadap proposal tersebut hingga 5 Juni. Setelah itu, badan tersebut akan menentukan apakah izin penggunaan eksperimental untuk proyek Google akan disetujui atau tidak.

Artikel ini telah tayang di detikINET. Baca selengkapnya di sini.




(vmp/sud)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork